Presiden Prabowo Subianto saat melakukan tap out di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto secara resmi meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk turut serta memberikan dukungan dalam pembangunan Jakarta. Instruksi ini disampaikan Presiden menanggapi harapan yang diutarakan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terkait pengembangan ibu kota ke depan.
Dalam peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai pada Rabu (16/9), Presiden Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap Jakarta merupakan bagian dari kepentingan nasional. Menurutnya, Jakarta memiliki posisi strategis yang melampaui batas administratif daerah.
"Tadi ada sedikit harapan ya dari gubernur Danantara untuk ikut membantu, saya kira Danantara wajib membantu," ujar Prabowo. Ia menambahkan bahwa Jakarta bukan hanya milik warga yang berdomisili di wilayah tersebut, melainkan milik seluruh bangsa Indonesia.
Gerakan Indonesia ASRI
Selain keterlibatan Danantara, Presiden Prabowo juga memperkenalkan rencana besar untuk membenahi kondisi lingkungan perkotaan melalui gerakan Indonesia ASRI. Gerakan ini merupakan akronim dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Program ini dirancang untuk mendorong perubahan menyeluruh pada kondisi lingkungan kota, yang mencakup beberapa poin utama:
- Pengelolaan sampah yang lebih efektif.
- Pembersihan dan penataan sungai/kali.
- Peningkatan penghijauan kota.
- Pembangunan taman-taman publik.
Presiden berencana mengumpulkan anggota DPRD dari seluruh Indonesia dalam satu hingga dua pekan mendatang untuk meluncurkan gerakan ini secara nasional. Meski dimulai dari Jakarta, program Indonesia ASRI ditargetkan menjangkau seluruh kota di Indonesia sebagai bagian dari transformasi bertahap.
Kolaborasi Penghijauan Gedung
Salah satu inisiatif spesifik yang didorong oleh Presiden adalah penerapan vertical garden atau taman vertikal pada gedung-gedung besar. Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mewujudkan visi kota hijau.
| Pemilik Gedung | Inisiatif awal pembangunan taman vertikal secara mandiri. |
| Pemerintah Daerah | Turun tangan jika pemilik gedung menghadapi kendala teknis/biaya. |
| Pemerintah Pusat | Memberikan dukungan jika pemerintah daerah memerlukan bantuan tambahan. |
"Semua gedung-gedung besar kalau bisa vertical garden. Kalau bisa inisiatif dari pemilik gedung, kalau mereka kesulitan pemda akan turun tangan. Jika pemerintah daerah merasa perlu pemerintah pusat, pusat akan turun tangan," tegas Presiden.
Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi transformasi wajah kota-kota di Indonesia agar lebih layak huni dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang inklusif. (Mir/I-1)


















































