Presiden Prabowo Subianto menaiki buggy car untuk mengecek langsung rumah kondisi beberapa rumah subsidi yang telah dihuni.(MI/Akhmad Safuan )
PRESIDEN Prabowo Subianto hadiri acara akad massal KPR 62.000 rumah subsidi yang digelar serentak di berbagai daerah Indonesia. Dalam acara itu yang digelar di Batang, Jawa Tengah, Presiden langsung melakukan pengecekan rumah subsidi yang telah dihuni.
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (30/7) setelah merasmikan revitalisasi Stasiun Tawang Semarang, Presiden Prabowo Subianto langsung melanjutkan agenda kegiatannya di Kabupaten Batang dengan menjajal KA Nusantara Explorer, kereta terbaru yang dikembangkan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
Sampai di lokasi acara akad massal KPR 62.000 rumah subsidi yang digelar serentak di berbagai daerah Indonesia di Puri Delta City Side berada di Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Prabowo langsung mengecek kondisi beberapa rumah subsidi yang telah dihuni milik Rosmini (pedagang sembako) dan Rahma Yuliani (srorang satpam).
Didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Presiden Prabowo menaiki buggy car selanjutnya menuju lokasi akad massal KPR 62.000 rumah subsidi yang digelar di Puri Delta City Side berada di Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang tersebut.
Setelah beradaptasi di lokasi acara, Presiden mengawali prosesnya dengan penyerahan kunci bagi para penerima manfaat program KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada sejumlah perwakilan masyarakat penerima bantuan yaituDwi Suryanto (pelaku usaha bengkel), Jofam Firdaus (pengemudi ojek daring), Nilam Cahya Ayuku Sumawati (buruh) dan Nur Suciana (guru TK).
Penyerahan kunci ini, sebagai komitmen pemerintah dalam menyediakan akses hunian layak bagi masyarakat, dimana sebelumnya Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan akad massal 62.000 rumah subsidi itu merupakan bagian dari program 3 juta rumah untuk memperluas akses kepemilikan rumah layak huni untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Akad massal digelar hybrid melibatkan 62.000 debitur, terdiri atas 200 debitur yang hadir langsung di Batam dan 61.800 debitur mengikuti secara daring dari 36 provinsi,” kata Prasetyo Hadi.
Melanjutkan acara akad massal di Batang pada siang ini, lanjut Prasetyo Hari, merupakan rangkaian ketiga dari akad massal KPR FLPP yang sebelumnya telah digelar di Cileungsi pada 29 September 2025 dan di Serang pada 20 Desember 2025 lalu.
“Kegiatan akad massal menjadi penanda bahwa rumah-rumah yang dibangun telah siap dimiliki dan dihuni masyarakat,” tambahnya.
Menurut Prasetyo Hadi, selain itu menyinggung realisasi penyaluran kredit perumahan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), per Juli 2026 ini jumlah penerima mencapai 107.410 orang dari kategori MBR dengan tingkat keterhunian 93,35%. (AS/E-4)


















































