Ilustrasi(Magnific)
MUSIM kelahiran ternyata dikaitkan dengan kecenderungan seseorang menggunakan tangan kiri atau kidal. Sebuah penelitian menemukan proporsi pria kidal lebih tinggi di antara mereka yang lahir pada November, Desember, dan Januari.
Temuan tersebut berasal dari penelitian Ulrich S Tran, Stefan Stieger, dan Martin Voracek dari Universitas Wina yang diterbitkan dalam jurnal Cortex pada 2014. Penelitian itu menganalisis dua sampel independen yang terdiri dari 7.658 dan 5.062 orang dewasa dari Eropa Tengah.
Secara keseluruhan, penelitian menemukan 7,5% perempuan dan 8,8% laki-laki dalam sampel merupakan pengguna tangan kiri. Namun, perbedaan tersebut terutama terlihat pada kelompok pria berdasarkan musim kelahiran.
"Rata-rata bulanan, 8,2 persen pria kidal lahir selama periode Februari hingga Oktober. Selama November hingga Januari, angka ini meningkat menjadi 10,5%," kata Ulrich Tran, penulis utama penelitian tersebut.
Para peneliti menyebut temuan itu sebagai efek musiman yang kecil, tetapi dapat direplikasi. Menariknya, pola tersebut ditemukan pada pria dan tidak terlihat dengan cara yang sama pada perempuan.
Diduga berkaitan dengan hormon
Para ilmuwan mengaitkan temuan tersebut dengan kemungkinan mekanisme hormonal selama perkembangan janin. Salah satu teori yang menjadi dasar penelitian ini adalah teori Geschwind-Galaburda yang dikembangkan pada 1980-an.
Teori tersebut menyatakan kadar testosteron yang tinggi selama perkembangan di dalam kandungan dapat menunda pematangan belahan otak kiri. Kondisi itu kemudian diduga berkaitan dengan perkembangan dominasi tangan kiri.
Kadar testosteron dalam kandungan memang lebih tinggi pada janin laki-laki. Selain produksi hormon dari janin, kadar hormon ibu dan faktor eksternal juga dapat memengaruhi lingkungan hormonal selama perkembangan embrio.
Peneliti menduga faktor musiman mungkin berhubungan dengan paparan cahaya. Menurut Tran, bukan kondisi lebih gelap pada November hingga Januari yang secara langsung menyebabkan pola tersebut. Ia justru menduga paparan cahaya pada Mei hingga Juli, sekitar enam bulan sebelumnya, dapat menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan mekanisme tersebut.
Meski demikian, penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa paparan cahaya atau testosteron secara langsung menyebabkan seseorang menjadi kidal.
Peneliti juga mencatat studi-studi sebelumnya mengenai hubungan musim kelahiran dan dominasi tangan memberikan hasil yang beragam. Karena itu, mekanisme kausal yang tepat masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Dengan demikian, temuan ini lebih tepat dipandang sebagai bukti tidak langsung yang mendukung kemungkinan adanya peran faktor hormonal dalam perkembangan dominasi tangan, bukan sebagai penentu tunggal apakah seseorang akan menjadi kidal. (Science Daily/Z-2)


















































