Produksi Garam Lamongan Capai 1,3 Ribu Ton, Targetkan 20 Ribu Ton di 2026

3 days ago 3
Produksi Garam Lamongan Capai 1,3 Ribu Ton, Targetkan 20 Ribu Ton di 2026 Petani memanen garam di tambak kawasan Panggungrejo, Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (28/6/2026(ANTARA/Umarul Faruq)

Produksi garam di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, mencatatkan capaian positif hingga Agustus 2026 dengan total produksi menyentuh angka 1.317,18 ton. Kondisi kemarau panjang yang melanda kawasan tersebut turut mendorong stabilitas produksi dan harga garam di tingkat petambak yang kini mencapai Rp1.500 per kilogram.

Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Perikanan menargetkan total produksi garam tahun ini dapat menembus angka 20.000 ton. Harapan ini didasarkan pada siklus produksi yang akan memasuki masa puncak pada triwulan IV, khususnya di bulan Oktober dan November.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lamongan, Joko Nursiyanto, menjelaskan bahwa musim produksi garam di wilayahnya tergolong singkat, yakni efektif selama lima bulan mulai Agustus hingga Desember. Adapun bulan Juli biasanya digunakan petambak untuk persiapan lahan.

“Produksi garam memang memiliki musim yang relatif singkat. Puncak produksi biasanya terjadi pada triwulan IV, terutama Oktober dan November. Karena itu, kami optimistis produksi akan terus meningkat seiring kondisi produksi yang semakin optimal,” ujar Joko di kantornya, Rabu (16/9).

Sentra Produksi dan Dinamika Harga

Sentra produksi garam di Lamongan pada 2026 terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Brondong, yang meliputi Desa Sedayulawas, Lohgung, Labuhan, Brengkok, dan Desa Sidomukti. Saat ini, terdapat 293 petambak yang terhimpun dalam 26 Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) dengan total luas lahan mencapai 217,33 hektare.

Dari sisi nilai ekonomi, harga garam menunjukkan tren penguatan. Pada September 2026, harga garam berada di level Rp1.500 per kilogram, naik signifikan dibandingkan bulan Agustus yang masih berada di kisaran Rp1.000 per kilogram. Meski demikian, fluktuasi harga tetap menjadi salah satu dinamika utama yang dihadapi para petambak di lapangan.

Tantangan dan Dukungan Pemerintah

Joko mengakui bahwa sektor pergaraman masih dibayangi sejumlah tantangan, mulai dari kerusakan sarana prasarana produksi, anomali cuaca, hingga keterbatasan regenerasi petambak. Merespons hal tersebut, Dinas Perikanan terus melakukan pembinaan, pelatihan, serta pemberian dukungan alat produksi.

Pada tahun 2026, sejumlah bantuan telah disalurkan kepada petambak, di antaranya:

  • 40 unit gerobak sorong.
  • 40 pasang sepatu booth.
  • 28 roll geomembran untuk Desa Brengkok (fasilitasi bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2025).

Selain bantuan fisik, pemerintah daerah juga menggencarkan sosialisasi terkait perizinan pemanfaatan ekstraksi garam dan pembinaan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi agar memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.(H-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |