Produksi Sumur Sepinggan V-7(Dok. Pertamina)
PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) mencatatkan keberhasilan signifikan dalam proyek optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 yang mampu memproduksi minyak hingga 710 barel per hari (BOPD). Capaian ini melonjak lebih dari dua kali lipat dari target awal yang ditetapkan perusahaan.
Selain peningkatan produksi minyak, sumur tersebut juga menghasilkan gas sebesar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd), melampaui target awal sebesar 0,5 mmscfd. Berdasarkan pengujian produksi pada 1 September 2026, hasil ini membuktikan efektivitas strategi optimalisasi pada aset-aset migas yang sudah mature.
General Manager Zona 10 PHKT, Darmapala, menjelaskan bahwa keberhasilan ini dicapai dengan membuka kembali akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki. Proses teknis diawali dengan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur, dilanjutkan dengan workover (WO) dan perforasi pindah lapisan.
“Upaya optimalisasi sumur existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui aset yang sudah beroperasi puluhan tahun. Kami terus mengkaji setiap peluang pengembangan dengan mengutamakan aspek keselamatan, efisiensi, dan keandalan operasi,” ujar Darmapala dalam keterangan resminya, Sabtu (12/9).
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Sumur Sepinggan V-7 menunjukkan bahwa aset lama masih memiliki potensi besar jika dikelola dengan teknologi dan strategi yang tepat.
“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur ini hingga menghasilkan produksi di atas target. Kami akan terus mendorong langkah serupa agar aset-aset di wilayah Kalimantan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan energi nasional,” kata Haryanto.
Keberhasilan ini sejalan dengan visi induk usaha, PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), untuk terus meningkatkan recovery rate dan menambah cadangan migas nasional. PHKT berkomitmen menjalankan operasional hulu migas berdasarkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Wilayah Kerja Kalimantan Timur dan Attaka. (RO/Z-10)


















































