Program CKG Prabowo: Wamendikdasmen Fajar Tekankan Sinergi Kesehatan dan Pendidikan

3 weeks ago 15
 Wamendikdasmen Fajar Tekankan Sinergi Kesehatan dan Pendidikan Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq tinjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Bogor.(Dok Kemendikdasmen)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Hal itu disampaikannya saat meninjau pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), CKG Sekolah, dan penguatan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kota Bogor, Jumat (28/8).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan ini dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, serta turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan beserta jajaran Pemerintah Kota Bogor.

"Kami mengapresiasi inisiatif Pak Wamenkes yang mengundang kami bersama Wamen PPPA. Ini menunjukkan sinergi karena CKG Sekolah dilaksanakan di ruang pendidikan dan hasilnya perlu ditindaklanjuti bersama," ujar Fajar.

Implementasi Asta Cita dan SDM Unggul

Fajar menjelaskan bahwa CKG merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto. Program ini merupakan implementasi nyata dari Asta Cita keempat yang menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.

Rangkaian peninjauan dimulai di Puskesmas Tanah Sareal untuk memantau program 1.000 HPK bagi ibu hamil dan balita. Kunjungan kemudian berlanjut ke SMP Negeri 5 Kota Bogor untuk melihat langsung pelaksanaan CKG Sekolah dan optimalisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

"Pelayanan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang, pencegahan stunting, CKG Sekolah, Makan Bergizi Gratis, UKS, dan kesehatan mental harus dilihat sebagai satu kesinambungan. Pendidikan Bermutu untuk Semua harus dimulai dengan memastikan anak sehat dan siap belajar," tegas Fajar.

UKS sebagai Jangkar Kesehatan di Sekolah

Saat berada di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Wamendikdasmen berdialog dengan para murid, guru, dan tenaga kesehatan. Fokus dialog mencakup hasil pemeriksaan kesehatan, layanan konseling, hingga mekanisme rujukan dari sekolah ke puskesmas.

Fajar menilai peran UKS sangat krusial sebagai penghubung antara institusi pendidikan dan fasilitas kesehatan primer. “UKS adalah semacam jangkar di sekolah yang menghubungkan sekolah dengan puskesmas. Dengan mengoptimalkan UKS, pelaksanaan CKG dan tindak lanjutnya dapat berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Selain aspek medis, Fajar juga menyoroti praktik pembatasan penggunaan telepon genggam selama jam sekolah di SMPN 5 Bogor. Kebijakan ini terbukti mendorong murid lebih aktif bergerak, berolahraga, dan berinteraksi sosial secara langsung.

Langkah tersebut dinilai selaras dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang diusung Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti. Gerakan ini mendorong budaya hidup sehat melalui olahraga, konsumsi makanan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga pola tidur yang teratur.

Capaian Program di Kota Bogor

Berdasarkan data Pemerintah Kota Bogor hingga 24 Agustus 2026, cakupan CKG telah mencapai 49 persen, sementara CKG Sekolah berada di angka 30,8 persen. Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya tindak lanjut hasil pemeriksaan melalui upaya promotif-preventif dan sistem rujukan yang terintegrasi.

Menutup kunjungannya, Fajar menegaskan bahwa CKG adalah bukti nyata kehadiran kebijakan Presiden Prabowo yang manfaatnya langsung dirasakan oleh peserta didik di sekolah.

"Anak yang sehat akan lebih siap belajar, dan dari sanalah kita menyiapkan fondasi sumber daya manusia Indonesia yang unggul menuju Indonesia Emas pada tahun 2045," pungkasnya. (RO/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |