Para pemain PSBS Biak melakukan selebrasi.(PSBS Biak)
PT Liga Utama Indonesia (LUI) memberikan peringatan keras kepada PSBS Biak menjelang bergulirnya kompetisi Championship 2026/2027. Klub berjuluk Badai Pasifik tersebut terancam memulai musim dengan pengurangan poin jika tidak mampu memenuhi persyaratan terkait penyediaan stadion kandang (home base).
General Manajer I.League, Budiman Dalimunthe, mengungkapkan bahwa aturan kompetisi saat ini, baik di Super League maupun Championship, telah diperketat sesuai standar Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Hal ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kompetisi yang lebih sehat dan profesional.
"Dia (PSBS Biak) terdegradasi dari Super League memang kemarin itu kan tidak bertanding di home-nya. Nah, kalau klub tidak bisa menyediakan home, itu akan berangkat (atau mulai bersaing di Championship) dengan poin minus satu," ujar Budiman usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LUI di Jakarta, Senin (24/8).
Masalah Lisensi dan Stadion
PSBS Biak dikabarkan berencana menggunakan Stadion Gelora Joko Samudro di Gresik, Jawa Timur, sebagai markas sementara untuk kompetisi yang dijadwalkan mulai bergulir pada 11 September mendatang. Namun, persoalan bukan hanya terletak pada lokasi stadion.
Budiman menyebutkan bahwa setiap klub wajib memenuhi lima aspek lisensi klub yang ditetapkan oleh PSSI. Berdasarkan evaluasi sementara, PSBS Biak masih memiliki rapor merah dalam pemenuhan aspek-aspek tersebut.
"Dan kalau tidak salah PSBS itu sudah pengurangan empat ya. Dari lima aspek itu ada empat aspek yang tidak terpenuhi," tambah Budiman. Salah satu poin krusial dalam lisensi ini adalah stabilitas finansial, di mana klub diwajibkan menyetor modal untuk deposito sebagai jaminan kelangsungan tim selama musim berjalan.
Perbedaan Kasus dengan Persipura Jayapura
Dalam kesempatan yang sama, Budiman juga mengklarifikasi perbedaan situasi antara PSBS Biak dengan sesama tim asal Papua, Persipura Jayapura. Jika PSBS terancam sanksi akibat regulasi lisensi dan infrastruktur, Persipura menghadapi hukuman akibat pelanggaran disiplin.
Persipura Jayapura dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menyusul kericuhan yang terjadi pada pertandingan play-off melawan Adhyaksa. Akibatnya, tim Mutiara Hitam dilarang bermain sebagai tuan rumah selama putaran pertama Championship 2026/2027.
"Jadi dia (Persipura Jayapura) bukan minus satu kalau hitungannya, hitungannya karena sanksi Komdis PSSI kan," jelasnya.
PT LUI memberikan batas waktu tertentu bagi klub-klub yang berpotensi mendapatkan pengurangan poin untuk segera melengkapi dokumen dan persyaratan lisensi. Langkah tegas ini diambil agar seluruh kontestan Championship memiliki standar yang setara dalam aspek profesionalisme sebelum liga dimulai. (Ant/E-3)


















































