Putin: Perdagangan Antarnegara BRICS Tembus US$1,2 Triliun

1 week ago 3
 Perdagangan Antarnegara BRICS Tembus US$1,2 Triliun Presiden Rusia Vladimir Putin(AFP)

Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkapkan pencapaian signifikan dalam kerja sama ekonomi antarnegara anggota BRICS. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang berlangsung di New Delhi, India, Minggu (13/9), Putin menyebut nilai perdagangan internal di dalam forum tersebut telah menembus angka 1,2 triliun dolar AS atau setara dengan Rp21,1 kuadriliun.

"Perdagangan internal di dalam kerangka kerja sama kita saat ini telah mencapai 1,2 triliun dolar AS," ujar Putin saat memberikan pernyataan dalam sesi BRICS+, yang menjadi agenda penutup dari rangkaian KTT tersebut.

Kemandirian Ekonomi dari Tekanan Eksternal

Dalam pidatonya, Putin menekankan bahwa negara-negara anggota BRICS telah berhasil membangun fondasi ekonomi yang tangguh. Menurutnya, blok ini mampu menjalankan hubungan ekonomi yang efektif tanpa harus terpengaruh oleh tekanan atau intervensi dari pihak luar.

Ia menjelaskan bahwa asosiasi ini telah mengembangkan mekanisme mandiri untuk mengatur arus pergerakan barang, jasa, hingga modal. Mekanisme tersebut dirancang agar tidak bergantung pada fluktuasi maupun kondisi pasar eksternal yang sering kali tidak menentu.

"Negara-negara yang tergabung dalam asosiasi kita memiliki mekanisme masing-masing terkait arus pergerakan barang, jasa, maupun modal yang sama sekali tidak bergantung pada kondisi pasar eksternal," tegasnya.

Efektivitas Operasi Keuangan BRICS

Lebih lanjut, Putin menilai keberadaan mekanisme internal ini sangat krusial bagi stabilitas anggota. Hal ini memungkinkan negara-negara BRICS untuk tetap menjalankan berbagai operasi komersial, perbankan, keuangan, hingga investasi secara efektif, terlepas dari tekanan politik maupun ekonomi global yang ada.

Presiden Rusia tersebut diketahui telah tiba di New Delhi sejak Jumat (11/9) untuk melakukan kunjungan kerja selama tiga hari. KTT BRICS 2026 di ibu kota India ini berlangsung pada 12–13 September, mempertemukan para pemimpin negara anggota untuk memperkuat integrasi ekonomi dan politik di tengah dinamika geopolitik dunia.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |