Presiden Prabowo Subianto (tengah) berbincang dengan Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo (kedua kanan) dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kawasan Kubu Raya, Pontianak, Kali(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto meminta penanganan karhutla di Kalimantan Barat tetap menjadi perhatian utama meski rapat koordinasi kali ini berlangsung di Riau. Pemerintah diminta tidak mengendurkan konsentrasi karena kondisi di Kalbar dinilai lebih berat.
Arahan itu disampaikan Prabowo kepada Panglima TNI dalam rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Posko Aju Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (24/8).
"Oke Panglima TNI tolong diperhatikan Kalbar itu lebih berat ya. Jadi konsentrasi Kalbar dan saya juga minta diperhatikan untuk Lampung," kata Prabowo.
Dalam rapat tersebut, Panglima TNI melaporkan bahwa tiga batalyon yang sebelumnya ditugaskan membantu penanganan karhutla di Kalimantan telah bergeser untuk mendukung operasi. Selain itu, sekitar 1.000 penyuluh dari pemerintah pusat mulai bergerak ke Riau dan Kalimantan.
Dukungan udara juga diperkuat dengan pemindahan pesawat CN ke Riau. Sementara tim dengan kemampuan fast-roping telah disiapkan bersama helikopter untuk mendukung pengerahan personel di medan yang membutuhkan akses khusus.
Namun, Prabowo menegaskan perhatian terhadap Kalimantan Barat tidak boleh berkurang. Menurutnya, wilayah tersebut membutuhkan konsentrasi tersendiri karena kondisi karhutla di sana lebih berat dibandingkan sejumlah wilayah lain.
Presiden juga memperluas perhatian ke Lampung, khususnya kawasan Taman Nasional Way Kambas. Wilayah konservasi tersebut menjadi perhatian karena terdapat laporan mengenai kemunculan hotspot.
"Way Kambas Taman Nasional itu fokus kita juga ya. Saya dapat laporan itu juga ada hotspot di situ. Di situ kan taman konservasi kita untuk gajah dan sebagainya, gajah-gajah terakhir di Sumatra harus kita rawat benar," ujar Prabowo. (E-4)


















































