Ratusan Pelajar di Cibatu Garut Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

3 days ago 18
Ratusan Pelajar di Cibatu Garut Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin kunjungi Puskesmas untuk menjenguk ratusan pelajar yang tengah mendapat perawatan setelah terjadi dugaan keracunan makan bergizi gratis (MBG) di sekolah.(MI/Kristiadi )

RATUSAN pelajar dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para korban berasal dari Pondok Pesantren Al Mansuriah, PAUD Al-Mukhtar, SD Negeri 1 Sukanagara, dan SD Negeri 4 Sukanagara.

Peristiwa ini mengakibatkan para siswa harus dilarikan ke Puskesmas Cibatu untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Gejala yang dikeluhkan para korban meliputi sakit perut, pusing, mual, muntah, hingga diare.

Berdasarkan kronologi kejadian, para pelajar menyantap menu MBG pada Selasa (21/7) yang terdiri dari nasi putih, telur bumbu rendang, tempe asam manis, sayur sop, dan susu. Gejala mulai dirasakan secara massal pada Rabu (22/7), hingga puncaknya ratusan pelajar harus menjalani rawat inap.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memastikan pemerintah daerah bergerak cepat menangani musibah ini. "Pemerintah Kabupaten Garut bergerak cepat untuk memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan terbaik hingga pulih sepenuhnya," ujar Abdusy saat meninjau para korban di Puskesmas Cibatu, Jumat (24/7).

Penutupan Operasional Dapur Gizi

Sebagai langkah antisipasi dan evaluasi, Pemkab Garut telah menutup sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi kejadian. Langkah ini diambil untuk mendukung proses pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Abdusy menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN untuk memperketat pengawasan program MBG. "Kami meminta peninjauan ulang terhadap Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) serta kelengkapan perizinan operasional. Kami minta ada atensi lebih agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.

Tindakan Medis & Laboratorium:

Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa telah diambil dan dikirim ke laboratorium di Bandung untuk memastikan penyebab pasti keracunan.

Bantuan Kerohiman bagi Korban

Sebagai bentuk kepedulian, Pemkab Garut bersama Bank BJB dan BAZNAS menyalurkan bantuan kerohiman senilai Rp250 ribu kepada setiap korban. Selain itu, paket sembako juga telah disiapkan untuk dibagikan kepada keluarga korban setelah pasien dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Pemerintah berharap hasil evaluasi laboratorium dapat segera keluar untuk menjadi dasar perbaikan sistem pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ke depannya, guna menjamin keamanan pangan bagi para pelajar. (AD/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |