Rekaman Dokumenter Ungkap Lindsey Graham Dorong Trump Bom Iran dan Hizbullah

2 hours ago 7
Rekaman Dokumenter Ungkap Lindsey Graham Dorong Trump Bom Iran dan Hizbullah Lindsey Graham.(BBC)

REKAMAN video yang belum dirilis dari proyek dokumenter mengungkap upaya mendiang Senator Lindsey Graham dalam memengaruhi kebijakan luar negeri Amerika Serikat di Timur Tengah. Graham diketahui sempat berencana membujuk Presiden Donald Trump untuk bergabung dengan Israel dalam aksi pengeboman terhadap Hizbullah di Libanon pada awal Maret lalu.

Namun, rencana tersebut urung dilakukan setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, meyakinkan Graham bahwa melibatkan AS dalam operasi tersebut di tengah perang dengan Iran ialah langkah yang terlalu berisiko. "Kita sedang berkonsentrasi pada Iran saat ini," ujar Netanyahu dalam panggilan telepon pada 4 Maret, berdasarkan cuplikan video yang dilihat oleh The Wall Street Journal.

Nasihat Netanyahu dan Ambisi Graham

Dalam percakapan tersebut, Netanyahu memperingatkan bahwa menyerang Hizbullah secara total saat ini bukan merupakan kepentingan Israel karena dapat memicu eskalasi yang tidak terkendali. Graham, yang berbicara dari kantor senatnya yang dipenuhi atribut Trump, menerima saran tersebut dengan menyebutnya sebagai nasihat yang baik.

Dokumenter karya Alex Holder yang berjudul Lindsey’s Game ini memberikan pandangan mendalam mengenai upaya bertahun-tahun Graham untuk menggulingkan rezim Iran. Graham bahkan sering kali mendorong tindakan yang lebih agresif daripada yang siap dilakukan oleh Netanyahu sendiri. Dalam satu momen setelah serangan AS ke Iran pada Februari, Graham terlihat sangat antusias dan mengeklaim bahwa Trump sangat menyukai aksi militer tersebut.

Kutipan Graham: "Saya berbicara dengan Trump pagi ini, dia sangat bersemangat. Dia bilang, 'Hal terbaik yang pernah saya lakukan.' Dia suka meledakkan sesuatu."

Akses Luas dan Diplomasi di Balik Layar

Alex Holder mendapatkan akses luar biasa ke kehidupan Graham sejak 2023. Kru film mengikuti sang senator dalam berbagai pertemuan sensitif, termasuk saat terbang menemui Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, untuk mempromosikan perang di Iran, hingga berdiskusi dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Rekaman tersebut juga menangkap interaksi Graham dengan Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan. Graham menyatakan ketidakpercayaannya pada beberapa utusan Trump seperti Jared Kushner dan Steve Witkoff dalam negosiasi Timur Tengah serta lebih memilih bekerja sama dengan Marco Rubio.

Hari-Hari Terakhir sang Senator

Meskipun dikenal sebagai pendukung setia, rekaman itu juga menunjukkan rasa frustrasi Graham terhadap Trump, terutama ketika Trump menandatangani kesepakatan awal dengan Iran pada Juni lalu. Graham menilai Trump mulai goyah dalam menghadapi rezim Iran.

Dalam minggu-minggu terakhir sebelum kematiannya awal bulan ini, Graham dilaporkan terlihat sangat kelelahan tetapi tetap terobsesi menyelesaikan agenda politiknya. Ia sempat berujar kepada Holder bahwa ia belum bisa meninggal karena harus menyelesaikan urusan rezim Iran, kesepakatan damai Rusia-Ukraina, serta normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel.

Hingga saat ini, pemerintah Israel belum memberikan komentar resmi terkait bocornya rekaman percakapan tersebut. Dokumenter Lindsey’s Game direncanakan akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang untuk memberikan gambaran utuh mengenai karier panjang Graham di Senat AS. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |