Ilustrasi(Dok Istimewa)
Penguatan konektivitas transportasi publik menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat perkotaan dan mengurangi potensi kemacetan.
Revitalisasi Halte Universitas Pancasila di Jakarta Selatan menjadi salah satu langkah konkret memperkuat integrasi transportasi dan meningkatkan kenyamanan pengguna layanan publik.
Rektor Universitas Pancasila Prof Adnan Hamid mengatakan pihaknya mengapresiasi respons cepat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terhadap usulan revitalisasi halte tersebut.
Menurut dia, Universitas Pancasila telah mengajukan surat permohonan revitalisasi pada 6 Maret 2026 karena kondisi halte yang sudah kurang memadai. Usulan tersebut kemudian mendapat respons pada April 2026, termasuk dengan kunjungan tim Transjakarta untuk melihat langsung kondisi halte.
"Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah DKI, Bapak Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan khususnya Transjakarta. Begitu cepat merespons permohonan kami," ujar Adnan di sela-sela peresmian Halte Universitas Pancasila, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Adnan menyampaikan revitalisasi halte bukan hanya memberikan manfaat bagi sivitas akademika, tetapi juga masyarakat umum yang menggunakan transportasi publik. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi dipandang penting untuk menciptakan fasilitas transportasi yang aman, nyaman, dan mendukung aktivitas masyarakat.
"Ini sebagai bagian daripada tanggung jawab pemerintah DKI bersama juga dengan kampus supaya nyaman seluruh masyarakat, termasuk masyarakat kampus," katanya.
Sejalan dengan revitalisasi halte, Universitas Pancasila juga mengusulkan pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan kawasan halte dengan Stasiun Lenteng Agung. Usulan tersebut diharapkan dapat mengurangi aktivitas penyeberangan langsung di jalan yang berpotensi menghambat arus lalu lintas.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan pembangunan fasilitas penyeberangan perlu dikaji secara matang, termasuk dengan melibatkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) karena terdapat lahan yang berada di sisi jalan yang merupakan aset KAI.
Menurut Rano, fasilitas penyeberangan menjadi kebutuhan penting karena aktivitas penumpang Transjakarta, kereta api, serta mahasiswa Universitas Pancasila bertemu di kawasan tersebut. Penyeberangan langsung saat lampu merah dipandang dapat memperlambat arus kendaraan dan meningkatkan potensi kemacetan.
"Harus ada solusinya. Bagi saya, mana yang lebih simpel, di atas atau kita bikin di bawah, supaya mereka punya alternatif," ujar Rano.
Adnan menambahkan peningkatan pemanfaatan fasilitas transportasi publik di kawasan kampus juga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang terintegrasi. Jumlah pengguna yang sebelumnya sekitar 900 orang tercatat meningkat menjadi sekitar 2.600 orang.
"Menurut saya itu kelihatan manfaatnya. Artinya sudah dimanfaatkan oleh masyarakat," katanya.
Turut hadir dalam peresmian Halte Universitas Pancasila antara lain, Ketua Dewan Penasihat Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila (YPPUP) Siswono Yudo Husodo dan Wakil Ketua Dewan Pembina YPPUP Prof Redha Mantovani.(H-2)


















































