Ribuan Korban Hilang akibat Banjir Bandang Nepal, Rumah Sakit Kathmandu Disesaki Keluarga Korban

3 weeks ago 29
Ribuan Korban Hilang akibat Banjir Bandang Nepal, Rumah Sakit Kathmandu Disesaki Keluarga Korban Ribuan keluarga mendatangi rumah sakit di Kathmandu untuk mencari kejelasan nasib anggota keluarga yang hilang akibat banjir bandang mematikan di wilayah perbatasan Nepal dan Tibet.(The Guardian)

SUASANA duka dan kecemasan mendalam menyelimuti kota-kota di Nepal pascabencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet. Puluhan warga yang panik kini mendatangi Rumah Sakit Pendidikan Universitas Tribhuvan (TUTH) di Kathmandu untuk mencari keberadaan anggota keluarga mereka yang hilang tanpa kabar.

Dinding gerbang rumah sakit pemerintah tersebut kini berubah menjadi tempat penempelan lembaran foto warga yang dilaporkan hilang. Keluarga korban membawa foto bercetak hingga menunjukkannya lewat layar ponsel, berharap ada kejelasan mengenai nasib kerabat mereka yang terseret arus air bandang dan lumpur.

Salah satu warga yang menanti kepastian adalah Dolma Tamang, 36. Ia secara terus-menerus mendatangi sejumlah rumah sakit di Kathmandu demi mencari informasi mengenai kabar sanak saudaranya. Sementara itu, Sushila Shrestha, 23, juga mendatangi TUTH untuk mencari adiknya, Bir Bahadur Shrestha, 21, seorang pengemudi truk yang sedang melintasi Distrik Rasuwa menuju perbatasan China saat banjir melanda.

"Saya yakin dia akan kembali; dia harus kembali," ungkap Sushila Shrestha dengan penuh harapan di tengah keputusasaan.

Rasa trauma dan duka mendalam membuat tak sedikit warga tak sanggup melihat daftar atau foto-foto korban meninggal yang dipajang. Seorang penunggu rumah sakit yang mencari sepupunya bahkan mengaku tidak berani menatap deretan foto jenazah tanpa identitas.

"Saya harus memalingkan mata saya," tuturnya sembari berusaha menahan tangis.

Bencana banjir bandang ini disebabkan oleh runtuhnya gletser di pegunungan Himalaya yang memicu terjangan hebat batu, es, serta lumpur deras ke aliran Sungai Bhotekoshi dan wilayah sekitarnya. Terjangan air bah tersebut merusak infrastruktur, memutus jalur komunikasi, serta meratakan permukiman warga dan pos perbatasan.

Otoritas penanggulangan bencana setempat melaporkan jumlah korban hilang mencapai ribuan orang, termasuk ratusan pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air dan wisatawan asing yang sedang melintas atau melakukan perjalanan ibadah. Korban tewas dilaporkan terus bertambah seiring penyisiran yang dilakukan oleh personel kepolisian, militer, dan tim penyelamat di sepanjang aliran sungai serta lokasi terdampak.

Pemerintah Nepal telah mengerahkan ribuan personel keamanan untuk operasi pencarian dan pertolongan, sekaligus meminta bantuan internasional terkait dukungan teknis identifikasi jenazah serta alat pendingin penyimpanan jasad mengingat keterbatasan fasilitas rumah sakit lokal yang mulai kewalahan menampung korban. (The Guardian/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |