Risiko Kecelakaan Saat Hujan Meningkat 31 Persen, Pentingnya Visibilitas dan Kondisi Kendaraan

3 hours ago 3
Risiko Kecelakaan Saat Hujan Meningkat 31 Persen, Pentingnya Visibilitas dan Kondisi Kendaraan Ilustrasi(magnific)

KONDISI cuaca ekstrem, terutama hujan deras, menjadi tantangan serius bagi keselamatan lalu lintas. Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengungkapkan bahwa hujan dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari 31 persen.

Menurut Yannes, penurunan visibilitas menjadi faktor utama. Saat hujan, jarak pandang pengemudi menjadi lebih pendek dan kemampuan untuk mendeteksi objek di sekitar berkurang secara signifikan. Hal ini berdampak langsung pada kecepatan reaksi pengemudi yang menjadi lebih lambat dari biasanya.

"Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal," ujar Yannes dalam keterangan pers, dikutip Selasa (8/9).

Pentingnya Perawatan Komponen dan Kewaspadaan

Dalam situasi jarak pandang terbatas, fungsi pembersih kaca atau wiper mobil memegang peranan krusial. Pengendara sangat disarankan untuk memastikan komponen ini berfungsi optimal sebelum memulai perjalanan. Penggunaan wiper yang sudah tidak layak pakai justru dapat memperburuk keadaan.

Ciri Wiper Harus Diganti Tindakan Pengendara Saat Hujan
Meninggalkan garis air pada kaca Mengurangi kecepatan kendaraan
Mengeluarkan bunyi saat digunakan Menambah jarak aman dengan kendaraan depan
Gerakan tidak mulus/tersendat Menyalakan lampu sesuai kondisi
Pembersihan kaca tidak merata Menghindari pengereman/manuver mendadak

Jika intensitas hujan sangat deras hingga jarak pandang menjadi sangat pendek, Yannes menganjurkan pengendara untuk tidak memaksakan diri dan segera menepi di lokasi yang aman demi keselamatan.

Sinergi Ekosistem Keselamatan

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sub-direktorat Uji Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan, Heri Prabowo, menekankan bahwa keselamatan di jalan raya merupakan hasil dari kolaborasi berbagai faktor. Ia menyebutkan tiga pilar utama: kondisi kendaraan yang laik, kompetensi pengemudi, serta dukungan infrastruktur.

"Ketiganya harus berjalan bersama, dengan sinergi pemerintah, industri, dan pengguna jalan sebagai kuncinya," tegas Heri.

Dari sisi industri, Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, menyatakan komitmennya dalam menghadirkan solusi teknologi untuk mobilitas yang lebih aman. Menurutnya, inovasi teknologi harus memberikan manfaat nyata, terutama dalam membantu perjalanan tetap aman dan dapat diandalkan dalam berbagai kondisi cuaca yang menantang. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |