Pemilik New England Patriots Robert Kraft(AFP/JANE GERSHOVICH / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)
PEMILIK New England Patriots, Robert Kraft, mengumumkan komitmen donasi sebesar US$2 juta (sekitar Rp30,7 miliar) untuk bantuan kemanusiaan di wilayah konflik Timur Tengah. Langkah ini diambil di tengah kontroversi pencoretan rapper Macklemore sebagai penampil pembuka dalam tur konser Ed Sheeran di Gillette Stadium, Boston.
Keputusan Kraft untuk menyumbang muncul setelah Ed Sheeran secara pribadi menghubunginya. Sheeran meminta Kraft untuk menyamai komitmen donasi guna membantu mengatasi krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.
Pengumuman ini juga merupakan respons tidak langsung terhadap tantangan Macklemore, yang sebelumnya menyatakan akan menyumbangkan US$1 juta (sekitar Rp15,3 miliar) hasil pendapatannya dari tur tersebut untuk organisasi Palestina.
Kronologi Pencoretan Macklemore
Ketegangan bermula ketika Kraft melarang Macklemore tampil di Gillette Stadium pada Senin (7/9) lalu. Kraft, yang merupakan pemilik Kraft Group, menuduh rapper bernama asli Benjamin Haggerty tersebut menyebarkan ujaran kebencian dan retorika antisemit dalam penampilannya di New Jersey, awal bulan ini. Saat itu, Macklemore menyerukan "Free Palestine" dan menampilkan visual kehancuran di Gaza.
Macklemore membantah tuduhan antisemitisme tersebut dan menegaskan bahwa tindakannya adalah bentuk solidaritas terhadap ketidakadilan kemanusiaan. Namun, Kraft tetap pada pendiriannya bahwa stadion miliknya tidak akan memberikan panggung bagi narasi yang dianggapnya provokatif dan mengabaikan aksi Hamas.
Solidaritas Musisi dan Sikap Ed Sheeran
Keputusan mencoret Macklemore memicu reaksi berantai. Seluruh artis pendukung dalam Loop Tour Ed Sheeran di Amerika Serikat memilih untuk mundur sebagai bentuk solidaritas. Mereka menilai tindakan pengelola stadion merupakan ancaman terhadap kebebasan berekspresi.
Di sisi lain, Ed Sheeran mencoba menjaga jarak dari pusaran politik. Melalui pernyataannya, Sheeran menegaskan bahwa keputusan pencoretan tersebut dilakukan oleh pihak promotor dan pemilik venue, bukan atas keinginannya. Sheeran menyatakan tidak ingin terseret dalam debat publik mengenai situasi di Gaza, namun ia aktif mendorong kolaborasi kemanusiaan di balik layar.
Pernyataan Robert Kraft:
"Saya telah mendedikasikan sebagian besar hidup saya untuk membangun jembatan antarsesama. Saya percaya secara mendalam bahwa semua nyawa layak untuk dilindungi. Ed (Sheeran) berencana untuk menghubungi pemilik venue lainnya, dan tujuan kami adalah terus bekerja sama untuk membangun rekonsiliasi."
Data Donasi dan Artis yang Mundur
Berikut adalah rincian komitmen donasi dan daftar musisi yang menyatakan mundur dari tur sebagai bentuk protes:
| Robert Kraft | US$2 Juta (Rp30,7 Miliar) | Bantuan kemanusiaan di wilayah konflik (atas permintaan Ed Sheeran). |
| Macklemore | US$1 Juta (Rp15,3 Miliar) | Seluruh pendapatan bersih dari Loop Tour untuk 6 organisasi Palestina. |
| Finneas | Mundur dari Tur | Solidaritas untuk kebebasan berbicara. |
| Lukas Graham | Mundur dari Tur | Grup musik asal Denmark. |
| Aaron Rowe & Beoga | Mundur dari Tur | Musisi pendukung asal Irlandia. |
Hingga saat ini, Kraft belum merinci secara spesifik lembaga mana yang akan menerima dana US$2 juta tersebut. Namun, ia menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung peluang ekonomi bagi warga Palestina dan upaya mempertemukan pemuda Israel-Palestina melalui jalur bisnis dan lapangan kerja. (bbc/Z-1)


















































