Wahana penjelajah Mars Perseverance milik NASA mengamati gerhana matahari dari permukaan Mars.(NASA/JPL-Caltech/ASU)
ROBOT penjelajah (rover) Perseverance milik Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali membagikan potret menakjubkan dari permukaan Planet Merah. Pada 13 Agustus 2026, wahana antariksa ini berhasil mengabadikan fenomena gerhana matahari langsung dari permukaan Mars.
Peristiwa langka tersebut terjadi hanya sehari setelah masyarakat di sejumlah wilayah Bumi menyaksikan fenomena gerhana matahari total. Dari pijakannya di Mars, Perseverance mengarahkan kamera Mastcam-Z sebelah kiri ke arah langit malam dan mengabadikan momen ketika salah satu satelit alami Mars melintas tepat di depan piringan Matahari.
Berdasarkan citra yang ditangkap, objek yang melintas tersebut diperkirakan adalah Phobos, satelit alami terbesar yang dimiliki Mars. Phobos tampak menutupi sebagian pancaran sinar Matahari, menciptakan pemandangan gerhana matahari sebagian dari sudut pandang planet tetangga Bumi tersebut.
Fenomena gerhana matahari sebenarnya tidak hanya terjadi di Bumi. Secara teoritis, planet mana pun yang memiliki minimal satu bulan pengorbit dapat mengalami peristiwa gerhana ketika bulan tersebut melintas sejajar di antara planet dan Matahari.
Meskipun demikian, fenomena ini tetap menjadi pencapaian yang sangat mengagumkan bagi sains dan eksplorasi luar angkasa. Hingga saat ini, manusia secara langsung baru bisa menyaksikan pemandangan astronomi dari Bumi, orbit Bumi, serta Bulan. Mengingat mendaratkan manusia di Mars masih menjadi rencana jangka panjang, peran penjelajah robotik seperti Perseverance sangat krusial.
Melalui sepasang kamera Mastcam-Z yang berfungsi layaknya "mata" di bagian tiang utamanya, Perseverance memungkinkan umat manusia untuk "hadir" di permukaan Mars. Keberadaan teknologi penjelajah robotik ini terus memperluas jangkauan pengamatan manusia dalam menjelajahi batas-batas Tata Surya. (Space/Z-2)


















































