Rocket Lab Raih Kontrak Rp4,3 Triliun dari Space Force untuk Misi Alaska

2 hours ago 4
Rocket Lab Raih Kontrak Rp4,3 Triliun dari Space Force untuk Misi Alaska Rocket Lab mengamankan kontrak senilai US$266 juta dengan AS Space Force. Peluncuran pertahanan rudal akan difokuskan dari wilayah Alaska.(Rocket Lab)

PERUSAHAAN kedirgantaraan asal California, Rocket Lab, mengumumkan perluasan jangkauan operasinya ke wilayah utara. Perusahaan tersebut resmi menandatangani kesepakatan senilai US$266 juta (sekitar Rp4,3 triliun) dengan Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (U.S. Space Force) untuk menjalankan hingga 18 misi pertahanan rudal, yang sebagian besar berpusat di Alaska.

Pendiri sekaligus CEO Rocket Lab, Peter Beck, menyambut baik kesepakatan bernilai fantastis ini.

"Besarnya nilai dan skala kontrak ini mencerminkan kepercayan Space Force terhadap kemampuan kami untuk memenuhi tuntutan keamanan nasional yang mendesak dengan cepat, tanggap, dan berskala besar. Kami bangga dapat menyediakan kapasitas peluncuran berfrekuensi tinggi yang diperlukan untuk menjaga AS tetap unggul dari ancaman global," kata Peter Beck dalam sebuah pernyataan resmi.

Kontrak tersebut mencakup 12 peluncuran suborbital, dengan opsi penambahan hingga enam misi lanjutan. Sebagian besar misi ini direncanakan berlangsung dari Pacific Spaceport Complex, sebuah fasilitas peluncuran di Pulau Kodiak, Alaska.

Sejak dibuka pada tahun 1998, peluncuran di Pulau Kodiak telah menampung hampir tiga lusin misi, yang mayoritas berupa penerbangan suborbital untuk militer AS. Dalam beberapa tahun terakhir, lokasi ini juga digunakan untuk mendukung peluncuran roket orbital swasta.

Misi-misi baru Rocket Lab diperkirakan bakal dioperasikan menggunakan HASTE (Hypersonic Accelerator Suborbital Test Electron), yakni varian suborbital dari roket peluncur satelit kecil Electron. Kendaraan ini biasa dimanfaatkan oleh para pelanggan untuk menguji teknologi hipersonik dalam lingkungan penerbangan langsung.

Peluncuran ini juga disinyalir menjadi bagian dari inisiatif pertahanan rudal Golden Dome milik Amerika Serikat, meski detail spesifik mengenai misi tersebut belum dirilis secara terperinci.

Sebelumnya, lokasi peluncuran utama Rocket Lab berada di Semenanjung M?hia, Selandia Baru, serta dua landasan peluncuran di Wallops Island, Virginia, AS. Landasan di Virginia tersebut sejauh ini menjadi titik keberangkatan bagi seluruh peluncuran suborbital HASTE.

Sejak debutnya pada Juni 2023, roket HASTE telah menyelesaikan sembilan misi penerbangan. Sementara itu, roket utama Electron yang terbang perdana pada Mei 2017 tercatat telah mengudara sebanyak 82 kali hingga saat ini. (Space/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |