ilustrasi(Antara)
Kondisi salah satu dari dua siswa asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, terus menunjukkan perkembangan positif. Pasien tersebut dilaporkan telah memasuki fase pemulihan dan dalam waktu dekat diperkirakan dapat menjalani perawatan secara rawat jalan.
Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi lulusan FKUI, Henny Adriani Puspitasari, mengatakan kondisi pasien secara umum sudah sangat baik, termasuk fungsi ginjal yang sebelumnya mengalami gangguan.
"Ananda kedua (salah satu pasien), fase recovery-nya sudah hampir sempurna sebetulnya karena semua kondisinya sangat baik, fungsi ginjalnya juga sudah baik. Kami estimasi akan memulangkan pasien dalam akhir pekan ini," kata Henny dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9).
Henny menjelaskan, saat pertama kali masuk RSCM, pasien didiagnosis mengalami penurunan fungsi ginjal akut. Hasil evaluasi ulang menunjukkan kondisi tersebut, sehingga tim medis memberikan terapi dan melakukan pemantauan secara berkala.
Evaluasi menyeluruh dilakukan tim RSCM melalui wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, hingga ultrasonografi. Dari rangkaian pemeriksaan tersebut, diketahui fungsi ginjal pasien telah memasuki fase pemulihan.
"Kita sudah melakukan evaluasi berkala juga dan fungsi ginjalnya sudah normal. Saat ini ananda kedua juga sudah bisa mandiri, bisa berdiri, jalan, mengerjakan aktivitas mandiri, dan kami sedang mempersiapkan ananda untuk mendapatkan pemantauan lanjutan berkoordinasi dengan tim di area setempat," ujar dia.
Kondisi Kejiwaan Pasien Stabil
Selain kondisi fisik, tim medis juga melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan pasien. Dari pemeriksaan klinis, kondisi psikologis pasien dinilai cukup stabil. Dokter spesialis psikiatri dan subspesialis kesehatan jiwa anak dan remaja RSCM, Kusuma Minayati, mengatakan pihaknya berharap pasien dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara optimal setelah menjalani rawat jalan. Menurutnya, persiapan untuk kembali beraktivitas juga perlu melibatkan keluarga agar proses pemulihan pasien dapat berlangsung dengan baik.
"Tadi sudah direncanakan untuk dalam beberapa hari ini untuk rawat jalan, jadi dari psikiatri kami mendukung untuk juga bisa mempersiapkan pasien dan keluarganya juga untuk bisa kembali ke kegiatan aktifitas sehari-harinya di tempat masyarakat," jelasnya.
Dua Siswa Dirujuk ke RSCM pada 12 September
Sementara itu, Direktur Medis dan Keperawatan RSCM dr. Renan Sukmawan mengatakan dua siswa yang dirujuk dari Sumatra Utara tiba di RSCM pada Sabtu, 12 September 2026. Menurut Renan, kedua pasien tidak datang dalam kondisi yang membutuhkan perawatan intensif. Keduanya kemudian menjalani perawatan di ruang rawat biasa.
Pasien juga masih dapat berkomunikasi dan melakukan kontak dengan baik selama menjalani perawatan. Setelah beberapa hari mendapatkan penanganan medis, kondisi keduanya kini dilaporkan jauh lebih baik. Pasien juga direncanakan segera menjalani rawat jalan setelah kondisi medis dinilai memungkinkan.
"Supaya anak-anak kita ini cepat sekolah kembali. Karena saya rasa ini sudah waktu sekolah dan saya kira ini tugas kita di RSCM untuk menangani sebaik-baiknya perawatan dan segala hal yang diperlukan. Sampai nanti persiapan untuk rawat jalannya," pungkasnya. (E-3)


















































