ilustrasi(Antara)
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin menyiagakan tim medis khusus untuk menangani para penumpang Kapal Virgo Transport 8 yang sempat dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang cepat dan tepat setibanya di daratan.
Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin, Among Wibowo, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan 13 dokter bedah beserta tenaga kesehatan tambahan. Tim ini akan memperkuat penanganan para penumpang yang nantinya dirujuk ke sejumlah rumah sakit di Banjarmasin.
"Sebanyak 13 dokter bedah dan tenaga kesehatan kami siagakan untuk mengantisipasi kedatangan korban di Pelabuhan Trisakti," ujar Among di Banjarmasin, Minggu (13/9).
Kesiapan IGD dan Tim Forensik
Among menjelaskan bahwa kesiapan rumah sakit tidak hanya terbatas pada layanan medis bagi korban luka. RSUD Ulin juga telah memastikan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dalam posisi siap siaga untuk menerima pasien dengan kondisi darurat yang memerlukan tindakan segera.
Selain itu, sebagai langkah antisipasi jika terdapat korban meninggal dunia, pihak rumah sakit telah menyiapkan kamar jenazah serta tim forensik untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut sesuai prosedur yang berlaku.
"Kami juga menyiapkan IGD dan kamar jenazah, termasuk tim forensik, sehingga seluruh kondisi korban dapat ditangani sesuai kebutuhan medis dan prosedur yang berlaku," tambahnya.
Distribusi Pasien untuk Cegah Penumpukan
Berdasarkan informasi yang diterima, sebanyak 69 korban kapal tenggelam berhasil dievakuasi oleh kapal di sekitar lokasi kejadian perkara (TKP). Saat ini, para korban sedang dalam perjalanan menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Mengingat jumlah korban yang cukup banyak dan diperkirakan tiba dalam waktu yang berdekatan, otoritas kesehatan menerapkan pola distribusi pasien ke sejumlah rumah sakit di Banjarmasin. Strategi ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penumpukan pasien pada satu fasilitas kesehatan saja.
"Untuk korban yang dikirim ke RSUD Ulin, kami dalam posisi siap memberikan pelayanan maupun perawatan medis sesuai kondisi masing-masing korban," tegas Among.
Kesiapan lintas rumah sakit ini diharapkan dapat mempercepat proses triase, evakuasi, dan perawatan. Dengan demikian, pasien dengan kondisi kritis dapat segera memperoleh tindakan medis, sementara korban lainnya ditangani sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan dan kapasitas fasilitas kesehatan yang tersedia. (Ant/E-3)


















































