Diduga alat pengisi daya handpone (power bank) korsleting listrik, ruang penerima tamu (resepsionis) Kantor Wali Kota Banjar, hangus terbakar terjadi, Rabu (16/9) dan kobaran api berhasil dikendalikan petugas damkar.(Dok Diskominfo Kota Banjar)
RUANG penerima tamu (resepsionis) Kantor Wali Kota Banjar, Jawa Barat, hangus terbakar pada Rabu (16/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Insiden tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik saat pengisian daya alat pengisi daya mandiri atau power bank.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh petugas piket Bagian Umum Setda Kota Banjar. Feri Nureka, salah seorang PNS yang tengah bertugas, mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendengar suara letupan keras dari arah ruang tamu sebelum api berkobar.
"Kami keluar dari ruangan dan langsung menghampiri sumber suara. Sebelum sampai, saya melihat dari kaca api sudah membakar ruangan meski awalnya masih kecil. Kami sempat berupaya memadamkan dengan gayung, tapi tidak berhasil dan api justru membesar, sehingga kami segera menghubungi petugas pemadam kebakaran," ujar Feri, Kamis (17/9).
Wali Kota Banjar, Sudarsono, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses pemadaman awal sempat terkendala karena Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berada di ruangan lain. Pemadaman akhirnya dilakukan secara manual menggunakan air dari kran PDAM serta bantuan dari personel Polres Kota Banjar sebelum armada pemadam kebakaran tiba di lokasi.
"Pemadaman awal dilakukan Polres Kota Banjar. Namun mereka belum menguasai tata letak bangunan. Setelah petugas Damkar tiba, kobaran api langsung bisa dikendalikan dan dikuasai," kata Sudarsono.
Kerugian Mencapai Rp500 Juta
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, api diduga berasal dari power bank yang sedang diisi daya hingga memicu hubungan arus pendek. Percikan api kemudian merembet dan membakar plafon serta pintu masuk ruang resepsionis.
Meski menyebabkan kerusakan fisik yang cukup parah, Sudarsono memastikan tidak ada dokumen penting atau berkas pemerintahan yang ikut terbakar. Hal ini dikarenakan titik api hanya terbatas pada area depan kantor.
"Ruang yang terbakar hanya di bagian penerima tamu. Kerugian atas kejadian tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta. Saat ini, petugas kepolisian dan Damkar Kota Banjar masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut di lokasi kejadian," pungkasnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada malam hari tersebut. (I-2)


















































