Runtuhnya Gletser Nepal Diduga Picu Bencana Banjir Bandang

3 weeks ago 38
Runtuhnya Gletser Nepal Diduga Picu Bencana Banjir Bandang Banjir bandang Nepal-Tibet(AFP)

PEMERINTAH Tiongkok mengonfirmasi bahwa fenomena runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal diduga kuat menjadi pemicu utama bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat di kedua sisi wilayah perbatasan. Bencana yang merjang wilayah utara dan tengah Nepal serta kawasan Tibet bagian selatan Tiongkok pada Rabu (26/8) tersebut telah menewaskan sedikitnya 480 orang.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menyampaikan bahwa para ahli dan lembaga resmi dari Beijing maupun Kathmandu telah melakukan penilaian teknis awal terkait penyebab musibah lintas negara ini.

"Bencana tersebut kemungkinan dipicu oleh runtuhnya gletser di dataran tinggi Nepal," kata Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (28/8).

Kepolisian Nepal mencatat angka korban tewas di wilayahnya telah melonjak hingga 475 orang, sementara otoritas Tiongkok memastikan lima warganya meninggal dunia akibat tanah longsor yang menerjang Kabupaten Gyirong di Daerah Otonom Xizang (Tibet).

1.281 Orang Masih Hilang

Data gabungan pemerintah Nepal dan Tiongkok mencatat setidaknya 1.281 orang masih dinyatakan hilang, di mana 856 orang di antaranya merupakan warga negara asing (WNA). Kementerian Luar Negeri Nepal merinci 596 WNA dari 33 negara dan 127 warga lokal belum ditemukan, sementara otoritas Tibet melaporkan 558 orang hilang (termasuk 260 WNA).

Kekhawatiran baru mencetus pada Jumat (28/8/2026) setelah danau bendungan alami yang terbentuk di dekat pertemuan Sungai Chhochen Khola dan Purepu Tsangpo (sisi Tiongkok) dilaporkan meluap dan jebol. Aliran air tersebut langsung mengalir deras menuju Sungai Bhotekoshi, anak sungai utama Sungai Trishuli, di kawasan Rasuwa, Nepal.

"Informasi telah diterima bahwa danau di sisi Tiongkok telah jebol. Karena itu, persiapan sedang dilakukan untuk mengirim helikopter ke Dhunche dan Rasuwa guna melakukan pengintaian," ujar pejabat tim penyelamat di Bandara Internasional Tribhuvan, Kathmandu.

Otoritas Pengurangan Risiko Bencana Nepal mengeluarkan peringatan bahaya susulan akibat kenaikan tajam debit air, walau Menteri Pendidikan Nepal, Sasmita Pokharel, menilai belum ada ancaman besar dalam waktu dekat.

Instruksi Presiden Xi Jinping 

Dalam rapat pimpinan Partai Komunis Tiongkok di Beijing pada Jumat, Presiden Xi Jinping menginstruksikan seluruh departemen terkait untuk mengerahkan segala sumber daya guna mencari korban hilang dan memimpin operasi penyelamatan lintas batas.

"Tiongkok akan memberikan bantuan darurat ke wilayah yang terdampak bencana di Nepal dan melakukan kerja sama penyelamatan internasional," bunyi pernyataan resmi Pemerintah Tiongkok melalui kantor berita Xinhua.

Lin Jian menambahkan bahwa identitas para WNA yang hilang tengah diverifikasi dan diprioritaskan untuk disampaikan secara berkala kepada kedutaan besar negara-negara sahabat. (Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |