Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Bara( ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)
NILAI tukar rupiah hari ini 14 September 2026 terhadap dolar AS bergerak melemah. Berdasarkan data perdagangan, rupiah turun 3 poin atau 0,02 persen ke level Rp17.614 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan sebelumnya sebesar Rp17.611 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menyatakan bahwa pelemahan ini didorong oleh ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed). "Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.600 hingga Rp17.680," ujar Rully di Jakarta.
Tekanan Global dan Kenaikan Harga Minyak
Selain faktor The Fed, pelemahan mayoritas mata uang di kawasan Asia dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah dunia akibat meningkatnya risiko geopolitik. Harga kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober telah menembus angka 100 dolar AS per barel.
Data menunjukkan harga WTI sempat menyentuh level 100,88 dolar AS per barel, naik 4,83 dolar AS atau 5,03 persen. Kenaikan ini merupakan level tertinggi sejak 20 Mei, yang memberikan tekanan tambahan pada ruang fiskal pemerintah Indonesia mengingat asumsi APBN untuk harga minyak hanya dipatok sebesar 70 dolar AS per barel.
Ringkasan Indikator Pasar (14 September 2026):
| Kurs Rupiah | Rp17.614 | Melemah 0,02% |
| Yield Obligasi AS (10 Thn) | 4,96% | Mendekati 5% |
| Indeks Dolar (DXY) | 99 | Menguat |
| Minyak WTI | 100,88 USD/barel | Naik 5,03% |
Proyeksi Kebijakan Moneter
Pasar memproyeksikan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis points (bps) menjadi 4 persen pada pertemuan Kamis (17/9) mendatang. Kondisi ini diperkuat dengan tren kenaikan yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang berada di level 4,96 persen serta indeks dolar yang menyentuh angka 99.
Situasi global tersebut berpotensi mendorong Bank Indonesia (BI) untuk mengambil langkah hawkish dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan depan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah menyempitnya ruang fiskal untuk mentransmisi selisih harga minyak dunia. (Ant/H-4)


















































