Sales Hyundai Gowa Minta Maaf ke Aa Juju, Buntut Viral Keluhan Parkir Paralel Ioniq

1 month ago 40
Sales Hyundai Gowa Minta Maaf ke Aa Juju, Buntut Viral Keluhan Parkir Paralel Ioniq Supervisor (SPV) Sales PT Gowa Modern Motor yang bertugas di Hyundai Fatmawati, Widay Markus.(tangkapan layar)

KASUS viral yang melibatkan konten kreator Aa Juju dengan pihak diler Hyundai akhirnya memasuki babak baru. Tenaga penjual (sales) dari PT Gowa Modern Motor (Hyundai Gowa), yang diketahui bernama Widay Markus, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka setelah pelayanan yang diberikannya menuai kritik tajam di media sosial.

Permasalahan ini bermula dari keluhan Aa Juju mengenai unit Hyundai Ioniq 5 yang dibelinya secara tunai. Konsumen tersebut merasa kecewa karena mobil listrik (EV) miliknya mengalami serangkaian kendala teknis, mulai dari fitur fast charging yang tidak berfungsi, mobil mati total, hingga keharusan mengganti aki. Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah ketidaksesuaian informasi mengenai kemampuan parkir paralel pada mobil listrik tersebut.

Permohonan Maaf dan Pernyataan Sikap Sales

Melalui pernyataan resminya, Widay mengakui bahwa pelayanan yang ia berikan kepada Aa Juju tidak memenuhi standar profesionalisme yang ditetapkan oleh perusahaan. Ia menyampaikan permohonan maaf baik kepada konsumen maupun kepada instansi tempatnya bekerja.

“Saya Widay, atas nama pribadi, berniat ingin minta maaf kepada Kakak Juju atas pelayanan saya yang tidak baik dan tidak semestinya. Dan saya juga minta maaf sebesar-besarnya kepada Hyundai Motor Indonesia selaku ATPM resmi dan PT Gowa Modern Motor tempat saya bernaung serta kepada pihak-pihak yang telah dirugikan,” ujar Widay dalam keterangannya.

Lebih lanjut, Widay menyatakan kesiapannya untuk menanggung segala risiko akibat kegaduhan yang terjadi. Ia menyadari bahwa insiden ini telah memberikan dampak negatif terhadap citra merek Hyundai di mata masyarakat luas.

“Saya juga siap menerima konsekuensi yang akan diberikan kepada saya oleh tempat saya bernaung atas pelayanan saya yang tidak sesuai standarisasi yang sudah perusahaan tentukan,” pungkasnya.

Akar Masalah: Kendala Parkir Paralel Ioniq 5

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keluhan konsumen, Aa Juju sebelumnya telah menekankan kepada pihak sales bahwa ia membutuhkan fasilitas parkir paralel untuk penggunaan sehari-hari. Namun, setelah unit digunakan, muncul kendala teknis yang serius. Pihak teknisi kemudian menyebutkan bahwa mobil listrik seperti Ioniq 5 tidak disarankan untuk sering melakukan parkir paralel karena dapat memicu penggunaan daya baterai (aki 12V) secara berlebihan.

Secara teknis, mobil listrik dengan sistem Shift-by-Wire seperti Ioniq 5 memerlukan prosedur khusus untuk bisa diparkir dalam kondisi netral (N). Jika prosedur ini tidak dilakukan dengan benar atau dilakukan secara terus-menerus dalam waktu lama, sistem kelistrikan tetap dalam posisi "siaga" yang dapat menguras daya aki 12V, yang pada akhirnya menyebabkan mobil mogok atau aki soak.

Edukasi mengenai batasan teknis kendaraan listrik sangat krusial dilakukan oleh tenaga penjual di awal transaksi. Ketidaktahuan konsumen mengenai cara kerja fitur Electronic Parking Brake (EPB) dan dampaknya pada aki 12V seringkali menjadi sumber keluhan utama pada pengguna EV awal.

Tanggung Jawab Diler dan ATPM

Kasus ini menjadi pengingat bagi para diler otomotif, khususnya PT Gowa Modern Motor, untuk memperketat standarisasi edukasi produk kepada calon pembeli. Sebagai mobil dengan teknologi tinggi, Hyundai Ioniq 5 memerlukan pemahaman mendalam tidak hanya dari sisi performa, tetapi juga batasan operasionalnya.

Perkembangan kasus ini harus dipantau untuk memastikan kepuasan pelanggan tetap terjaga. Kejadian ini diharapkan menjadi momentum perbaikan layanan purna jual dan komunikasi pemasaran bagi industri kendaraan listrik di Indonesia yang sedang berkembang pesat.

Masalah yang Dilaporkan Dampak pada Kendaraan
Parkir Paralel Berlebih Aki 12V cepat habis/soak
Fitur Fast Charging Gagal mengisi daya (Malfungsi sistem)
Pelayanan Sales Misinformasi fitur dan standar layanan

Kesimpulan

Permohonan maaf dari tenaga penjual merupakan langkah awal dalam penyelesaian konflik ini. Namun, bagi konsumen otomotif, transparansi mengenai spesifikasi teknis dan keterbatasan produk tetap menjadi hal yang paling utama. (Medcom.id/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |