Santunan Asuransi Rp562 Juta Bantu Keberlangsungan Yayasan Pendidikan di Bandung

1 month ago 14
Santunan Asuransi Rp562 Juta Bantu Keberlangsungan Yayasan Pendidikan di Bandung Prudential Syariah menyalurkan manfaat dan santunan kepada penerima manfaat produk asuransi jiwa syariah.(Dok.Prudential Syariah)


PRUDENTIAL Syariah menyalurkan manfaat dan santunan sebesar Rp562 juta kepada penerima manfaat produk asuransi jiwa syariah setelah nasabahnya meninggal dunia akibat kecelakaan pada 2026. Manfaat tersebut kemudian membantu penerima manfaat, Auzar, melanjutkan pengelolaan yayasan pendidikan di Bandung yang menaungi sekitar 700 murid.

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Gautama mengatakan, penyaluran manfaat tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan perlindungan yang telah disiapkan nasabah dapat memberikan manfaat bagi keluarga dan pihak yang ditinggalkan.

"Tugas kami adalah memastikan janji seperti itu benar-benar sampai. Ketika seseorang menyiapkan perlindungan bagi yang nomor satu di hatinya, di situlah kami hadir — melindungi yang paling berarti bagi kamu, agar setiap janji bisa jadi nyata," ujar Vivin.

Nasabah tersebut merupakan nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) yang memperoleh perlindungan asuransi jiwa syariah dari Prudential Syariah melalui proses referral BSI pada Oktober 2025. Dalam polisnya, nasabah menunjuk Auzar sebagai penerima manfaat.

Keputusan tersebut baru diketahui Auzar setelah keponakannya meninggal akibat kecelakaan. Saat itu, Auzar yang telah berusia 84 tahun harus mengambil alih tanggung jawab pengelolaan yayasan pendidikan yang sebelumnya dijalankan bersama keponakannya.

Selama ini, sang keponakan menangani operasional dan keuangan yayasan, sementara Auzar mendampingi kegiatan pendidikan. Kepergian tersebut membuat Auzar harus melanjutkan pengelolaan yayasan sekaligus memastikan kegiatan belajar sekitar 700 murid tetap berjalan.

"Saya baru tahu kalau ternyata keponakan saya sudah memikirkan semua ini sejak lama. Dia khawatir kalau suatu saat dirinya meninggal, saya akan kebingungan, apalagi selama ini dia yang mengatur keuangan yayasan. Saya sudah tua, tapi saya tetap ingin menjaga amanah yang ditinggalkannya," kata Auzar.

Setelah proses pemakaman, Auzar mengajukan pencairan manfaat dengan melengkapi dokumen sesuai persyaratan. Setelah seluruh proses administrasi diselesaikan, manfaat dan santunan sebesar Rp562 juta diterimanya.

DUKUNGAN FINANSIAL DAN KETENANGAN
Menurut Auzar, manfaat tersebut memberikan dukungan finansial sekaligus ketenangan untuk menghadapi masa berkabung dan melanjutkan operasional yayasan.

"Alhamdulillah, Prudential Syariah sangat membantu saya melewati masa-masa sulit setelah saya ditinggal keponakan. Saya hanya tinggal menyiapkan dokumen yang dibutuhkan. Saya didampingi dari awal sampai akhir, prosesnya juga mudah dan sangat transparan," ujarnya.

Dana manfaat tersebut juga digunakan untuk mendukung keberlangsungan kegiatan yayasan. Dengan demikian, dampak perlindungan yang diterima Auzar tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi turut membantu menjaga aktivitas pendidikan bagi ratusan murid.

"Yang saya syukuri, manfaat ini tidak hanya membantu saya secara pribadi, tetapi juga anak-anak di yayasan. Kegiatan belajar tetap berjalan. Jadi perlindungan ini benar-benar menyentuh banyak orang, bukan hanya keluarga yang ditinggalkan," kata Auzar.

Prudential Syariah menyebut perlindungan berbasis syariah juga mengedepankan prinsip tolong-menolong atau ta'awun melalui dana tabarru'. Melalui mekanisme tersebut, perlindungan diharapkan dapat memberikan manfaat kepada peserta atau penerima manfaat ketika risiko yang telah diperjanjikan terjadi.

Bagi Auzar, pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya menyiapkan perlindungan sejak dini. Menurutnya, manfaat asuransi tidak hanya berkaitan dengan kesiapan finansial seseorang, tetapi juga dapat membantu keluarga maupun pihak lain yang menjadi tanggung jawabnya ketika risiko terjadi.

"Saya berharap kisah saya bisa menjadi pengingat bahwa musibah dapat datang kapan saja. Perlindungan yang dipersiapkan sejak dini bukan hanya memberikan ketenangan bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang kepada keluarga dan orang-orang yang kita tinggalkan," tutup Auzar. (E-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |