Satgas Cartenz Identifikasi Pelaku Penembakan Tiga ASN Jayawijaya via Video Call

1 week ago 6
Satgas Cartenz Identifikasi Pelaku Penembakan Tiga ASN Jayawijaya via Video Call Ilustrasi.(Magnific)

SATUAN Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz berhasil mengidentifikasi dua terduga pelaku penembakan yang menewaskan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Insiden berdarah tersebut terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026).

Kedua terduga pelaku yang berinisial PN dan KT dipastikan merupakan anggota kelompok bersenjata yang telah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Keduanya diketahui terlibat dalam serangkaian tindak kejahatan berat di wilayah Papua selama beberapa tahun terakhir.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Yusuf Sutejo, mengungkapkan bahwa identitas para pelaku terungkap melalui kecerobohan mereka sendiri. Pelaku sempat melakukan panggilan video (video call) kepada keluarga korban menggunakan ponsel milik korban yang mereka rampas setelah aksi penembakan.

"Kami sudah mengidentifikasi, betul itu terduga pelaku. Ada dua kali melakukan video call menggunakan nomor telepon milik korban yang ponselnya dibawa lari oleh pelaku. Inisialnya PN dan KT," ujar Yusuf saat dikonfirmasi, Jumat (11/9/2026).

Rekam Jejak Kejahatan

Berdasarkan data kepolisian, PN dan KT memiliki catatan kriminal yang panjang dan mengerikan. Yusuf membeberkan bahwa kedua DPO ini terlibat dalam sejumlah aksi menonjol, di antaranya:

  • Aksi penculikan pilot pada tahun 2023.
  • Kasus pembantaian dan perampokan puluhan pekerja PT Istaka Karya dalam proyek Trans Papua pada 2019.
  • Aksi penembakan saat pembukaan Festival Lembah Baliem di Wamena.

Baca juga : Kodim Jayawijaya Ungkap Identitas Tiga ASN Korban Penembakan KKB

Motif Teror Acak

Terkait motif pembunuhan terhadap ketiga ASN berinisial AR, 49, AAM, 35, dan WB, 24, Satgas Cartenz menilai tindakan tersebut tidak didasari target personal. Ketiga korban diketahui sedang menjalankan tugas kedinasan untuk meninjau lokasi kegiatan cetak sawah saat diserang.

Yusuf menegaskan bahwa kelompok ini cenderung bergerak secara acak untuk menyebarkan ketakutan di tengah masyarakat. "Mereka memang selalu menebar teror dengan ancaman kekerasan maupun tindakan kekerasan secara random (acak). Kelompok ini yang terus kita kejar," pungkasnya.

Catatan Redaksi: Hingga saat ini, personel gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz masih melakukan pengejaran intensif terhadap kelompok tersebut di wilayah pegunungan Papua. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |