Proses evakuasi ASN yang dibunuh KKB di Muliama.(Dok. Antara/HO-Satgas Damai Cartenz)
SATUAN Tugas (Satgas) Humas Operasi Damai Cartenz (ODC) berhasil mengungkap identitas dua anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang menjadi pelaku penembakan terhadap tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama.
Kepala Satgas Humas ODC, Kombes Yusuf Sutejo, menyatakan bahwa kedua pelaku tersebut berinisial PN dan KT. Identitas keduanya terungkap setelah mereka melakukan aksi nekat dengan melakukan percakapan melalui video call (VC) kepada keluarga salah satu korban pascainsiden penembakan yang terjadi pada Rabu (9/9) lalu.
"Kedua anggota KKB itu terlihat dalam cuplikan video call yang beredar di media sosial. Berdasarkan bukti tersebut, keduanya kini resmi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," ujar Kombes Yusuf di Jayapura, Sabtu (12/9).
Yusuf menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan dengan menyandingkan ciri-ciri fisik yang terlihat dalam rekaman video dengan data yang dimiliki kepolisian. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa PN dan KT merupakan bagian dari KKB Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Egianus Kogoya.
Rekam Jejak Kejahatan
Selain penembakan ASN di Muliama, PN dan KT diduga kuat terlibat dalam serangkaian aksi kekerasan di wilayah Papua Pegunungan. Satgas ODC mencatat beberapa keterlibatan mereka dalam kasus menonjol, di antaranya:
- Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB): Terjadi pada 8 Agustus lalu yang mengakibatkan dua warga sipil mengalami luka-luka.
- Penyanderaan Pilot Susi Air: Keduanya diduga terlibat dalam penyanderaan pilot berkebangsaan Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, di Kabupaten Nduga pada 7 Februari 2023.
Sebagai informasi tambahan, Pilot Philip Mark Mehrtens sendiri telah berhasil dibebaskan pada 21 September 2024. Saat ini, aparat keamanan terus melakukan pengejaran terhadap PN dan KT untuk mempertanggungjawabkan tindakan kriminal mereka. (Ant/H-3)


















































