Saudi Klaim Mekah Ditarget hingga Dunia Muslim Mengecam, Houthi: Bohong

3 days ago 3
 Bohong Mekah.(Antara)

ARAB Saudi mengumumkan telah menembak jatuh sebuah pesawat tak berawak (drone) milik kelompok Houthi di dekat Mekah pada Selasa (15/9). Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai negara Muslim terhadap kelompok pemberontak Yaman yang didukung Iran tersebut.

Juru bicara Pasukan Koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Maliki, menuduh kelompok tersebut sengaja menargetkan kota suci umat Islam. Ia menegaskan bahwa keamanan Mekah tergolong garis merah yang tidak boleh dilanggar. Al-Maliki menyatakan bahwa kerajaan tidak akan ragu untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan terhadap kelompok Yaman tersebut.

Houthi Membantah Targetkan Kota Suci

Klaim tersebut dibantah keras oleh pihak Houthi. Juru bicara militer kelompok itu, Yahya Saree, menyatakan bahwa target serangan mereka ialah fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi yang lokasinya jauh dari tempat-tempat suci.

"Kebohongan yang disebarkan oleh rezim Saudi mengenai penargetan Mekah tidak dapat menipu siapa pun. Tidak ada ancaman apa pun dari Yaman terhadap situs-situs suci," tegas Saree pada Rabu (16/9) pagi.

Pihak Saudi menyatakan drone tersebut dihancurkan sebelum memasuki wilayah udara terlarang Mekah, tetapi tidak merinci seberapa dekat posisi drone tersebut dengan pusat kota.

Kecaman dari Dunia Internasional

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC), yang mewakili 1,5 miliar umat Muslim, mengutuk insiden tersebut. Mereka menyatakan bahwa serangan semacam itu melanggar kesucian situs ibadah dan menimbulkan ketakutan bagi warga sipil yang tidak bersalah.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyebut tindakan tersebut sebagai aksi keji dan pengecut. Meskipun tidak menyebut nama Houthi secara eksplisit, Sharif menegaskan dukungan penuh negaranya terhadap keamanan Arab Saudi, menyusul perjanjian pertahanan bersama yang baru saja ditandatangani kedua negara.

Dampak pada Pasokan Minyak Global

Ketegangan ini terjadi di tengah pertempuran sengit yang meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Selain ancaman terhadap wilayah udara, serangan Houthi juga menyasar infrastruktur energi. Pada Rabu, Houthi mengeklaim telah menyerang fasilitas Saudi Aramco di Yanbu, kota pelabuhan strategis di Laut Merah.

Akibat serangan dari berbagai kelompok militan, Arab Saudi dilaporkan telah menangguhkan pemuatan minyak di terminal ekspor utama Yanbu sejak akhir pekan lalu. Ashley Hikmet, kepala minyak mentah di Axis Limited, mengungkapkan bahwa pelacakan satelit menunjukkan tidak ada minyak mentah Saudi yang meninggalkan pelabuhan Laut Merah sejak Sabtu.

Dampak ekonomi mulai terasa secara global:

  • Pemutusan Pasokan ke Eropa: Arab Saudi menghentikan pasokan minyak ke Eropa dengan efek segera hingga pertengahan November.
  • Lonjakan Harga: Harga minyak dunia kembali merangkak naik di atas US$100 per barel minggu lalu.
  • Gangguan Logistik: Pengetatan kendali Houthi atas jalur pelayaran Laut Merah meningkatkan kekhawatiran akan tertutupnya jalur ekspor minyak utama kawasan tersebut.

Hingga saat ini, pihak Aramco belum memberikan komentar resmi terkait gangguan pasokan tersebut. Sementara itu, pasukan Saudi terus melakukan serangan udara balasan ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman sebagai respons atas meningkatnya intensitas serangan drone dan rudal balistik.

(CNN/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |