Sayembara Tangkap Begal Dedi Mulyadi, Menteri HAM: Semoga hanya Guyonan

5 hours ago 6
 Semoga hanya Guyonan Menteri HAM Natalius Pigai(Antara)

MENTERI Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai merespons wacana sayembara penangkapan begal berhadiah yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Pigai berharap kebijakan tersebut hanya bersifat seloroh (guyonan), mengingat pelibatannya yang berisiko membahayakan keselamatan warga sipil.

Hal tersebut ditegaskan Pigai saat menghadiri agenda di Hotel Papandayan, Bandung, Selasa (28/7/2026). Menurutnya, melibatkannya masyarakat awam dalam penangkapan pelaku kejahatan jalanan tanpa pembekalan taktis berpotensi memicu eskalasi kekerasan fisik hingga pertumpahan darah.

"Kalau serius ya tidak boleh. Tetapi kalau guyonan, tidak apa-apa. Guyonan saja. Kalau serius, itu berbahaya," tegas Pigai.

Ia menilai penyerahan fungsi penegakan hukum kepada warga sipil tanpa keahlian khusus berpotensi melanggar etika hukum dan membahayakan publik. Pigai pun mempertanyakan relevansi pemberian insentif uang kepada warga untuk melakukan aksi penangkapan di lapangan.

"Kalau sipil yang tidak terlatih, pasti pakai kekerasan (mukul), berdarah-darah. Apakah diperbolehkan kita membayar orang untuk memukul orang lain di lapangan? Jelas tidak etis. Namun dugaan saya, Beliau hanya bercanda. Semoga memang sekadar guyonan," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara berhadiah uang tunai senilai Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku kejahatan jalanan, seperti pencuri, copet, jambret, begal, hingga perampok. Syarat utamanya, pelaku harus diserahkan kepada pihak kepolisian dalam kondisi hidup.

"Saya memberikan sayembara kepada seluruh warga Jabar. Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok, kami siapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta, dengan syarat menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi melalui akun Instagram pribadinya.

Meski menggelar sayembara tersebut, Dedi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetap berkoordinasi intensif dengan Polda Jawa Barat dan Polda Metro Jaya untuk memassalkan patroli malam di berbagai titik rawan kejahatan.

(Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |