BPBD Klaten mendistribusikan air ke daerah kekeringan di kawasan lereng Gunung Merapi.(Dok.BPBD Klaten)
WARGA terdampak kekeringan di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Tengah, mencapai 3.968 kepala keluarga (KK) atau 13.318 jiwa. Kondisi krisis air bersih yang dialami ribuan warga di musim kemarau ini terus bertambah.
Sementara itu, dampak kekeringan di Kabupaten Klaten kini meluas di kawasan lereng Gunung Merapi, Kecamatan Kemalang (4 desa), Kecamatan Jatinom (1 desa), Kecamatan Cawas (1 desa), dan Kecamatan Wedi (1 desa).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Anjung Darojati, mengungkapkan warga tujuh desa terdampak kekeringan kini terus digelontor bantuan air bersih. Jumlah penerima manfaat total 3.968 KK/13.318 jiwa.
BPBD Klaten melaksanakan kegiatan droping air bersih mulai 15 Juni 2026, terutama untuk membantu warga empat desa di Kecamatan Kemalang, yaitu Desa Tlogowatu, Desa Tegalmulyo, Desa Kendalsari, dan Desa Sidorejo.
“Untuk kegiatan droping air, BPBD Klaten mulai 15 Juni-22 Agustus 2026 telah menyalurkan bantuan air bersih total 598 tangki setara 2.990.000 liter ke tujuh desa terdampak kekeringan tersebut,” kata Anjung, Minggu (23/8).
Bantuan air total 598 tangki itu terdistribusi ke daerah kekeringan di Kecamatan Kemalang, yaitu Desa Tlogowatu sebanyak 154 tangki (1.178 KK/3.475 jiwa), Desa Tegalmulyo 171 tangki (1.068 KK/3.624 jiwa), Desa Kendalsari 100 tangki (380 KK/1.397 jiwa), dan Desa Sidorejo 160 tangki (945 KK/3.285 jiwa).
Kemudian, Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, sebanyak 9 tangki (35 KK/140 jiwa); Desa Kaligayam, Kecamatan Wedi 3 tangki (362 KK/1.297 jiwa); dan Desa Burikan, Kecamatan Cawas 1 tangki (100 jiwa).
“Untuk penanganan daerah terdampak kekeringan musim kemarau ini, BPBD Klaten menyiapkan droping air bersih sebanyak 1.000 tangki yang anggarannya bersumber dari APBD Klaten 2026,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik Anjung Daroji. (E-2)


















































