Sekutu Dekat AS Desak Iran tidak Pungut Biaya di Selat Hormuz

2 hours ago 4
Sekutu Dekat AS Desak Iran tidak Pungut Biaya di Selat Hormuz Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(Xinhua)

PERDANA Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi menekankan pentingnya navigasi bebas dan tanpa biaya di Selat Hormuz dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Rabu (12/8/2026). Langkah ini diambil menyusul penutupan efektif jalur perdagangan vital tersebut akibat mandeknya negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Dalam pembicaraan selama 20 menit tersebut, Takaichi menegaskan bahwa pemulihan keamanan di Selat Hormuz sangat krusial bagi stabilitas ekonomi global, khususnya bagi Jepang yang sangat bergantung pada pasokan minyak mentah dari Timur Tengah. Ia mendesak agar tidak ada pengenaan biaya tambahan bagi kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.

Selain masalah navigasi, Takaichi mendorong Iran untuk segera melanjutkan pembicaraan dengan AS guna mencapai kesepakatan terkait masalah nuklir. "Jepang menilai penting bagi AS dan Iran untuk secepatnya menggelar pembicaraan dan mencapai kesepakatan," ujar Takaichi kepada wartawan di kantornya di Tokyo.

Takaichi juga menyoroti situasi di Selat Bab el-Mandeb yang kini menjadi rute alternatif pengangkutan minyak. Ia meminta Presiden Pezeshkian untuk mendesak kelompok Houthi di Yaman agar menahan diri, menyusul laporan serangan mematikan terhadap kapal kargo pada Selasa (11/8). Sebelumnya, Takaichi telah berkoordinasi dengan Sultan Oman Haitham bin Tariq al-Said terkait keprihatinan keamanan energi ini.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Pezeshkian menjelaskan posisi Iran serta prospek dialog dengan Oman dan Arab Saudi untuk menyelesaikan ketegangan di kawasan. Iran menyatakan sedang berupaya mencari solusi melalui jalur diplomasi regional.

Di sisi lain, PM Takaichi kembali menagih penyelesaian kasus warga negara Jepang yang ditahan di Iran, yang diyakini merupakan kepala biro lembaga penyiaran NHK. Meski sempat dibebaskan dengan jaminan pada April lalu, Jepang mendesak kepastian hukum segera bagi warganya.

Pembicaraan ini merupakan komunikasi keempat antara kedua pemimpin sejak ketegangan di Timur Tengah meningkat pada Februari lalu. Jepang terus berupaya memposisikan diri sebagai mediator yang menjaga hubungan baik dengan Iran, meskipun berstatus sebagai sekutu dekat Amerika Serikat. (Kyodo/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |