Jumpa media peluncuran Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Jakarta, Selasa (15/9).(Dok Kemenpar)
Blok M serta kawasan Jakarta lainnya telah sukses menjadi bagian dari semangat Seablings dalam industri pariwisata. Istilah Seaiblings ini mengacu pada istilah yang menggambarkan solidaritas digital serta rasa identitas bersama di antara netizen dari negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
Para pelancong dari negara-negara ASEAN kini ramai-ramai saling bertukar obrolan tentang destinasi jajan di negaranya masing-masing, maupun di negeri jiran yang mereka sambangi melalui Thread, X, hingga Instagram. "Nah, dalam obrolan ini, Blok M menjadi salah satu yang paling mendominasi, terutama bagi pelancong Malaysia, dan kini sudah mulai Singapura dan Filipina, diikuti pasar lain seperti Korea dan Tiongkok," kata Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Made Marthini dalam peluncuran Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Jakarta, Selasa (15/9).
Kabar baiknya lagi, kata Made, belanja yang dilakukan dalam kegiatan wisata berbasis pengalaman kuliner bagi pelancong dalam negeri mencapai 37%, sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 20%. "Seperti yang kita alami sehari-hari, kegiatan wisata berbasis makanan merupakan big chunk of element sekaligus juga menjadi bagian dari kegiatan wisata berkualitas. Yang perlu dijaga, agar keberlanjutan tren ini berlangsung, dibutuhkan inovasi dan kemampuan menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen di tengah cepatnya perubahan selera pasar."
Made menegaskan, peran media sosial dan algoritma digital yang mempercepat penyebaran tren serta mendorong interaksi lintas negara. “Jakarta sekarang ini exciting. Bahkan dibandingkan beberapa kota besar lain di ASEAN, saat ini Jakarta punya daya tarik yang kuat. Ini juga terkait dengan akses transportasi publik yang saling terhubung dan berkualitas,” kata Made.
Menurut Made, tren kuliner di Jakarta mulai menguat pascapandemi, berawal dari kebiasaan memasak dan eksplorasi makanan di rumah meningkat, yang kemudian berkembang tren kuliner yang lebih luas setelah aktivitas masyarakat kembali normal.
Salah satu aktivasi yang terkait wisata kuliner adalah penyelenggaraan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 di Yogyakarta dan Solo oleh Kementerian Pariwisata. WIG merupapakan salah satu program unggulan untuk memperkuat gastronomi Nusantara sebagai daya tarik utama pariwisata Indonesia. “Jika tahun lalu di Bali dan Jakarta, tahun ini adalah Yogyakarta dan Solo. Salah satu rangkaian WIG 2026 adalah “Tastemaker Gastronomy Trip” yang akan diikuti belasan pemengaruh dan media dari sejumlah negara pasar utama pariwisata Indonesia."
“Tahun depan, kita akan lanjutkan eksplorasi Sumatra.”
Selain peliputan berbagai media, WIG juga akan diisi Artisan Food Market yang melibatkan pengusaha makanan dan minuman lokal, serta Indonesia Restaurant Week yang melibatkan sejumlah restoran.(X-6)


















































