Sembilan Ruas Jalan Nasional di Flores Pulih, Akses Ende-Nagekeo kembali Normal

1 month ago 36
Sembilan Ruas Jalan Nasional di Flores Pulih, Akses Ende-Nagekeo kembali Normal Sejumlah alat berat jenis eskavator Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, dikerahkan untuk membuka akses dan membersihkan material longsor yang menutup jalur Trans Flores kilometer 4+350 di Kabupaten E(Dok BNPB)

SEBANYAK sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa, kini telah kembali fungsional, termasuk akses utama yang menghubungkan Kabupaten Ende dan Nagekeo.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, pemulihan dilakukan menyusul gempa susulan pada Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 09.47 WIB, yang menyebabkan kerusakan pada ruas jalan di Wai Gongger dan Jembatan Wai Dampak, Kabupaten Manggarai Timur.

"Kementerian PU langsung melakukan respons cepat dan percepatan penanganan ataupun perbaikan infrastruktur jalan terdampak, guna memulihkan akses menuju wilayah terdampak," kata Berton dalam jumpa pers, Jumat (21/8). 

Menurut Berton, sebanyak 64 titik longsoran dan lima titik patahan seluruhnya telah kembali fungsional. Sementara sembilan titik jembatan dan breaker masih dalam penanganan agar dapat difungsionalkan.

Untuk mempercepat penanganan, pemerintah mengerahkan tujuh ekskavator dan empat loader di sejumlah lokasi terdampak. Akses utama Ende-Nagekeo yang sempat terganggu dan menghambat distribusi bantuan pada Kamis kini seluruh badan jalannya telah kembali berfungsi. Namun, pembersihan material longsoran yang masih berada di lereng tebing terus dilakukan.

Kelistrikan Pulih 100 Persen

Pemulihan juga berlangsung pada sektor kelistrikan. Berton mengatakan, layanan listrik di wilayah kerja UP3 Flores Bagian Timur dan UP3 Flores Bagian Barat telah pulih 100 persen. 

Sebanyak 11 trafo gardu induk, 59 penyulang, dan 3.474 gardu distribusi telah kembali beroperasi. "Pemulihan kelistrikan di UP3 Flores bagian timur dan UP3 Flores bagian barat telah mencapai 100 persen," ujarnya.

Sedangkan di sektor telekomunikasi, layanan Telkom Group di wilayah NTT relatif normal. Seluruh 735 site Telkomsel telah pulih, layanan internet kembali normal, sementara jaringan backbone tetap terlayani melalui jalur cadangan. Namun, perbaikan kabel fiber optik bawah laut masih berlangsung.

Sementara itu, Kementerian PU juga terus memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga terdampak di Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Sikka.

Selain distribusi air bersih, pemerintah masih menangani kerusakan pada dua bendungan, dua daerah irigasi, dan dua sumur terdampak gempa.

Kementerian PU juga melakukan asesmen terhadap kondisi infrastruktur sumber daya air dan daerah aliran sungai (DAS) di wilayah terdampak.

Sebanyak 13 ekskavator dikerahkan, masing-masing tiga unit di Kabupaten Sikka, delapan unit di Bendungan Mbay, satu unit di Kabupaten Manggarai Barat, dan satu unit di Nanga Roro. Pemerintah turut menyediakan satu drilling rig dan dua truck crane di workshop SNVT Air Tanah dan Air Baku Flores.

1.378 Sekolah Terdampak

Menurut Berton, dampak gempa juga masih dirasakan sektor pendidikan. BNPB mencatat 1.378 sekolah terdampak, dengan 177.678 siswa serta 21.166 guru dan tenaga kependidikan ikut terdampak.

Sebanyak 5.521 ruang kelas mengalami kerusakan, sementara 502 bangunan sekolah mengalami rusak berat. Pendataan hingga kini telah mencapai 92 persen.

Sebanyak 923 sekolah masih diliburkan sementara, 35 sekolah menggunakan ruang darurat, 171 sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh, dan 30 sekolah telah kembali belajar normal.

Kemudian di sektor kesehatan, lanjutnya, pemerintah memperkuat layanan medis dengan mengoperasikan KRI Soeharso 990 yang telah bersandar di Pelabuhan Reo.

Kapal rumah sakit milik TNI Angkatan Laut itu memiliki kemampuan melakukan operasi besar serta ruang rawat inap dengan kapasitas hingga 75 pasien.

"Dalam waktu dekat, sejumlah pasien dari pos pengungsian Lambe Lade akan dirujuk ke kapal tersebut untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," kata Berton. 

Pemerintah juga mengaktifkan pos-pos kesehatan di sejumlah lokasi pengungsian. Salah satunya berada di pos pengungsi terpusat Desa Kota, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur. Pos kesehatan tersebut melayani sekitar 90 hingga 120 pasien setiap hari. (I-2) 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |