Sennheiser Spectera Resmi Meluncur, Tawarkan Solusi 64 Link Audio dalam Satu Base Station

3 days ago 3
Sennheiser Spectera Resmi Meluncur, Tawarkan Solusi 64 Link Audio dalam Satu Base Station Sennheiser resmi meluncurkan Spectera di Indonesia.(Dok. Spectra)

INDUSTRI pertunjukan dan hiburan di Indonesia baru saja menyambut inovasi mutakhir dari Jerman. Sennheiser secara resmi meluncurkan Spectera, sistem audio nirkabel berbasis digital wideband pertama di dunia. Teknologi ini dirancang untuk memangkas kompleksitas sistem nirkabel yang selama ini menjadi tantangan besar dalam produksi skala besar, sekaligus meningkatkan kapabilitas operasional secara signifikan.

Kehadiran Spectera di tanah air menjadi angin segar bagi para penyelenggara konser, pemilik gedung pertunjukan, hingga teknisi audio lokal. Tidak hanya menawarkan kualitas output suara yang superior, teknologi ini memberikan kemudahan teknis yang revolusioner bagi para engineer di balik layar.

”Spectera hadir membuat semuanya menjadi jauh lebih mudah. Teknologi ini hadir untuk menyederhanakan pekerjaan para teknisi, membuatnya audio lebih berkualitas, lebih mudah, dan lebih andal,” ujar Sales Director Sennheiser Asia, Roland Lim, dalam acara peluncuran di Jakarta, Rabu (16/9).

Revolusi Teknologi WMAS dan Efisiensi Spektrum

Inti dari keunggulan Spectera terletak pada dukungan teknologi Wireless Multichannel Audio Systems (WMAS). Berbeda dengan sistem konvensional, WMAS memungkinkan beberapa link audio beroperasi hanya dalam satu channel Radio Frequency (RF) wideband.

Efisiensi yang ditawarkan sangat masif. Satu unit Spectera Base Station mampu mendukung hingga 64 link audio—terdiri dari 32 input dan 32 output—hanya dalam satu unit rack 1U. Hal ini secara drastis mengurangi kebutuhan ruang dan perangkat keras di lokasi pertunjukan.

Fitur Unggulan: Bidirectional Bodypack dan SKM Transmitter

Spectera memperkenalkan bidirectional bodypack, sebuah perangkat yang mampu mengolah sinyal audio digital dan sinyal mikrofon secara bersamaan. Arsitektur dua arah ini memberikan visibilitas dan kontrol berkelanjutan bagi para audio engineer terhadap seluruh sistem nirkabel yang sedang berjalan.

Teknologi ini juga memungkinkan fleksibilitas penggunaan saluran RF, termasuk untuk sistem In-Ear Monitor (IEM) digital dengan latensi yang sangat rendah, yakni hanya 0,7 milidetik. Selain itu, Sennheiser memperkenalkan SKM Handheld Transmitter terbaru yang memperluas arsitektur wideband ke aplikasi mikrofon genggam.

Spesifikasi SKM Handheld Transmitter:

  • Material: Bodi aluminium anodized dengan desain ramping.
  • Display: Layar OLED untuk informasi status yang jelas.
  • Kompatibilitas: Mendukung berbagai kapsul dari Sennheiser dan Neumann.
  • Varian Frekuensi: Tersedia dalam UHF dan 1,4 GHz.
  • Ketersediaan: Mulai dikirimkan di Indonesia pada Q4 2026.

Integrasi Hardware dan Software yang Solid

Pengelolaan sistem Spectera dilakukan secara menyeluruh melalui kombinasi perangkat keras dan lunak. Perangkat lunak SoundBase menyediakan kontrol serta monitoring untuk volume, pengaturan IEM, hingga status baterai dan RF. Sementara itu, Spectera WebUI menyajikan antarmuka untuk konfigurasi sistem yang lebih terintegrasi, memudahkan tim audio mengelola mikrofon dan parameter sistem dalam satu pintu.

Teruji di Panggung Dunia: Eurovision

Sebelum mendarat di Indonesia, keandalan Spectera telah dibuktikan dalam ajang kompetisi musik terbesar di Eropa, Eurovision. Manager Technical Application Engineering Sennheiser, Volker Schmitt, mengungkapkan bahwa Spectera berhasil menyederhanakan alur kerja yang sebelumnya sangat rumit.

Aspek Sistem Konvensional (Eurovision Lama) Sistem Spectera
Kebutuhan Rak Rak sangat tinggi & banyak layar monitor Cukup Rack 3U berukuran 19 inci
Kapasitas Perangkat Ratusan perangkat nirkabel terpisah Terintegrasi (15 receiver, 12-15 bodypack, 10 handheld)
Manajemen Antena Kompleks dengan banyak kabel Hanya butuh 4 antena

"Dulu, kami butuh rak yang sangat tinggi untuk memantau ratusan perangkat nirkabel. Sekarang, semuanya masuk ke dalam rack 3U. Selama Eurovision berlangsung, kami hampir tidak menerima keluhan dari penyanyi maupun tim produksi. Bagi seorang ahli audio, tidak ada komplain adalah pencapaian tertinggi," pungkas Volker.

Dengan peluncuran ini, industri hiburan Indonesia kini memiliki akses ke standar teknologi audio global yang menjanjikan efisiensi tanpa mengorbankan kualitas suara sedikit pun. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |