Sering Disangka Kurang Porsi, Mengapa Anda Tetap Merasa Lapar Setelah Makan?

1 week ago 3
Sering Disangka Kurang Porsi, Mengapa Anda Tetap Merasa Lapar Setelah Makan? ilustrasi(Magnific)

SERING merasa lapar padahal baru saja menyelesaikan porsi makan penuh? Pakar nutrisi medis menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kurangnya porsi makanan, melainkan akibat gagalnya aktivasi mekanisme kenyang bertahap pada sistem pencernaan.

Dr. Federica Amati, Kepala Pakar Nutrisi di lembaga riset ZOE, menjelaskan bahwa rasa kenyang (satiety) sejatinya diproses melalui empat fase biologis yang melibatkan organ otak, lambung, hingga mikrobioma usus besar.

3 Jenis Rasa Lapar

  • Homeostatic Hunger (Lapar Fisik): Sinyal alami tubuh yang membutuhkan nutrisi dan energi (ditandai dengan perut keroncongan atau lemas).
  • Hedonic Hunger (Lapar Emosional/Pikiran): Keinginan makan yang dipicu oleh stimulasi indra, seperti mencium aroma makanan lezat.
  • Microbiota-Driven Hunger (Lapar Dorongan Mikroba Usus): Dorongan makan yang dipengaruhi oleh bakteri usus melalui sumbu otak-usus (gut-brain axis).

Empat Fase Biologis Mencapai Rasa Kenyang Sempurna

Berdasarkan analisis neurosains dan pencernaan, tubuh membutuhkan waktu hingga tiga jam untuk mengaktifkan sinyal kenyang secara penuh:

  • Fase Sensorik (Sefalik): Otak merespons aroma dan visual makanan untuk menyiapkan enzim pencernaan sebelum suapan pertama.
  • Fase Peregangan Lambung: Makanan yang masuk memicu reseptor dinding lambung untuk mengabarkan otak bahwa kapasitas perut mulai terisi.
  • Fase Sensor Nutrisi Usus Halus: Sekitar 60–90 menit pascamakan, sensor khusus merespons asupan protein dan lemak sehat guna melepaskan sinyal kenyang tingkat lanjut.
  • Fase Fermentasi Usus Besar (Kolon): Berlangsung 2–3 jam setelah makan. Fermentasi serat oleh bakteri usus merangsang pelepasan hormon pemicu kenyang alami, yaitu GLP-1 dan PYY.

Kegagalan diet populer dalam menahan rasa lapar umumnya disebabkan oleh minimnya asupan serat dan nutrisi mikro yang dibutuhkan untuk mengaktifkan fase usus besar. Mengombinasikan serat nabati, protein tinggi, serta lemak sehat menjadi kunci biologis utama untuk menghentikan dorongan lapar berlebih.

(Yahoohealth/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |