earphone.(Magnific)
ALAT earphone kerap digunakan untuk menemani perjalanan, bekerja, belajar, hingga bermain gim. Karena sudah menjadi bagian dari rutinitas, penggunaan dalam waktu lama sering kali tidak terlalu diperhatikan, terutama ketika pendengaran masih terasa normal. Padahal, paparan suara keras yang berulang dapat memengaruhi pendengaran secara perlahan dan kerap tidak disadari pada tahap awal.
Bagaimana suara keras meempengaruhi telinga
Gangguan pendengaran akibat suara keras dapat bermula dari perubahan kecil yang sering tidak disadari. Paparan suara keras dalam waktu lama membuat sel-sel sensorik di telinga mengalami kelelahan, yang dapat memicu gangguan pendengaran sementara atau tinnitus, yakni bunyi denging atau suara lain yang tidak berasal dari sumber di luar tubuh.
Kondisi ini kerap muncul setelah mendengarkan musik dengan volume tinggi dan dapat menghilang setelah beberapa waktu. Namun, paparan yang berulang dan berkepanjangan dapat membuat sel-sel sensorik serta struktur telinga lainnya mengalami kerusakan permanen. Akibatnya, gangguan pendengaran atau tinnitus dapat menetap. Gangguan tersebut umumnya berkembang secara bertahap
Perlukah Screening?
Meski kemampuan mendengar masih terasa baik, beberapa perubahan tertentu dapat menjadi tanda bahwa pemeriksaan diperlukan, antara lain:
- Telinga berdenging (tinnitus) yang berlangsung terus-menerus.
- Sulit menangkap suara bernada tinggi, seperti kicauan burung, bel pintu, telepon, atau alarm.
- Sulit memahami ucapan, terutama saat berbicara melalui telepon.
- Sulit mengikuti percakapan di tempat ramai, seperti restoran, pasar, atau acara sosial.
Jika salah satu kondisi tersebut mulai dirasakan, pemeriksaan pendengaran dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi secara lebih pasti.
Cara Menjaga Pendengaran Tetap Aman
Menjaga pendengaran tidak hanya dilakukan dengan mengurangi volume, tetapi juga mengatur durasi dan kondisi saat mendengarkan. Berikut langkah untuk mengurangi risiko gangguan pendengaran akibat paparan suara keras:
- Batasi volume hingga di bawah 60% dari tingkat maksimal perangkat.
- Gunakan headphone yang pas dan memiliki fitur peredam bising, terutama saat berada di tempat ramai. Fitur tersebut dapat membantu pengguna tetap mendengar tanpa harus menaikkan volume.
- Manfaatkan aplikasi pemantau suara yang dapat membatasi volume dan memantau tingkat paparan.
- Pilih perangkat dengan fitur pendengaran aman, seperti pemantauan paparan suara dan pembatas volume.
- Kurangi durasi mendengarkan suara keras dan berikan waktu istirahat bagi telinga.
- Jauhkan diri dari sumber suara keras, seperti pengeras suara atau amplifier. Intensitas suara akan berkurang ketika jarak dari sumber suara bertambah.
- Gunakan penyumbat telinga dengan benar ketika berada di lingkungan yang bising untuk mengurangi suara yang masuk ke telinga.
- Beristirahat di tempat yang tenang selama 10 menit setiap satu jam setelah berada di lingkungan dengan suara keras.
Pada akhirnya, menjaga pendengaran bukan hanya soal seberapa keras suara yang didengar, tetapi juga berapa lama dan seberapa sering telinga terpapar. (Sumber: WHO/P-3)


















































