Serpong Jadi Regional Hub Baru di Wilayah Barat Jakarta

1 week ago 4
Serpong Jadi Regional Hub Baru di Wilayah Barat Jakarta Pengembangan kawasan di wilayah barat Jakarta, Summarecon Serpong.(Dok. SMRA)

PENGEMBANGAN kawasan Serpong diarahkan untuk memperkuat perannya sebagai pusat ekonomi, bisnis, dan gaya hidup di wilayah barat Jakarta. Perluasan fasilitas komersial, peningkatan konektivitas, serta rencana integrasi dengan jaringan transportasi massal menjadi pengungkit transformasi kawasan tersebut dari pusat hunian menjadi regional hub.

President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan, pengembangan kawasan tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan hunian, tetapi juga penyediaan infrastruktur untuk mendukung aktivitas ekonomi dan bisnis.

“Pengembangan kawasan tidak hanya bertumpu pada hunian, tetapi juga infrastruktur dan fasilitas yang dapat mendukung aktivitas ekonomi, bisnis, serta kebutuhan masyarakat,” kata Adrianto saat peresmian Harris Hotel & Convention Serpong pada Maret 2026 lalu.

Menurut Adrianto, kehadiran Harris Hotel & Convention Serpong akan memperkuat posisi Summarecon Serpong sebagai regional hub bagi kawasan Serpong dan wilayah sekitarnya.

Penguatan konektivitas kawasan juga dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) terkait pengembangan MRT Koridor Timur-Barat di wilayah Banten dengan rute Kembangan-Balaraja.

Penjajakan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman pada 4 Februari 2026. Kerja sama itu mencakup kajian potensi integrasi jalur MRT dengan kawasan Summarecon Serpong dan Summarecon Tangerang.

“Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi potensi penempatan stasiun MRT,” ujar Adrianto.

Dia mengatakan, integrasi transportasi publik penting dalam pengembangan kota terpadu karena dapat meningkatkan efisiensi mobilitas, mengurangi kemacetan, dan mendukung produktivitas masyarakat.

Summarecon Serpong memiliki luas sekitar 850 hektare. Kawasan tersebut mencakup lebih dari 12.000 unit rumah, 6.000 unit apartemen, 1.800 kavling perumahan, serta sekitar 2.000 unit ruko.

Akses kawasan juga diperluas melalui jalan penghubung Gading Serpong–BSD City yang diresmikan pada Januari 2025. Jalan tersebut menghubungkan Boulevard Gading Serpong dengan BSD City dan menjadi jalur alternatif bagi mobilitas masyarakat di kedua kawasan.

Selain konektivitas, pengembangan fasilitas komersial menjadi bagian dari ekspansi kawasan. Summarecon Serpong menyiapkan destinasi baru bernama The Hood di kawasan Serpong CBD.

Destinasi tersebut merupakan creative retail compound seluas 3,9 hektare yang dijadwalkan hadir pada Desember 2026. The Hood akan menampung lebih dari 50 tenant, antara lain restoran, kafe, pusat kebugaran, lapangan padel, bioskop, supermarket, concert hall, fasilitas wellness, dan toko buku.

Kehadiran The Hood menambah pusat aktivitas nonhunian di kawasan tersebut. Sebelumnya, aktivitas komersial telah ditopang Summarecon Mall Serpong, Plaza Summarecon Serpong, Rumah Sakit Saint Carolus Summarecon Serpong, SQP Park, dan The Springs Club.

Aktivitas kawasan juga didukung fasilitas pendidikan, seperti Sekolah Terpadu Pahoa, Sekolah Islam Al Azhar Summarecon Serpong, Sekolah Trilingual Ekayana Genta Bangsa, Pradita University, dan Universitas Multimedia Nusantara.

Di sektor akomodasi, sejumlah hotel telah beroperasi di kawasan Serpong, antara lain JHL Solitaire, Episode Gading Serpong, Vivere Hotel, serta Harris Hotel & Convention Serpong. Fasilitas hotel dan ruang pertemuan tersebut mendukung pengembangan kawasan sebagai tujuan bisnis dan MICE.

Pengelolaan kawasan turut diperkuat melalui Command Center di gerbang utama Symphonia yang beroperasi sejak 2023. Fasilitas tersebut digunakan untuk memantau keamanan, lalu lintas, dan respons cepat di kawasan.

Penataan lingkungan dilakukan melalui pengembangan lanskap, peningkatan infrastruktur jalan, beautifikasi kawasan, serta penambahan akses putar balik untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas.

Empat kawasan hunian utama, yakni Pondok Hijau Golf, The Springs, Scientia Garden, dan Symphonia, juga terus dikembangkan dengan sejumlah produk baru, seperti Bellefont, Ardea by Heron, dan Finore.

Dengan pengembangan fasilitas komersial, akomodasi, pendidikan, serta rencana integrasi transportasi massal, Serpong diarahkan menjadi kawasan dengan fungsi yang lebih luas. Kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi, bisnis, pendidikan, dan gaya hidup. (Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |