Shi Shi(MI/HO)
MUSISI asal Taiwan, Shi Shi, resmi menyapa penggemarnya melalui karya terbaru bertajuk The Taste Of…. Album mini (EP) ini menjadi tonggak penting dalam karier bermusiknya karena untuk pertama kalinya ia bereksplorasi dengan lirik dalam tiga bahasa sekaligus: Mandarin, Inggris, dan Korea.
Langkah berani ini diambil Shi Shi bukan tanpa alasan. Melalui album yang berisi lima lagu tersebut, ia berusaha merangkum berbagai pengalaman personal selama masa rehat dua tahun terakhir.
Penggunaan bahasa Korea secara khusus menjadi cara Shi Shi untuk menelusuri kembali akar identitasnya, mengingat ia memiliki darah Korea dan sempat tumbuh besar di 'Negeri Ginseng' tersebut.
“Itu karena saya memang ingin menemukan kembali akar identitas saya. Sebelumnya, saya selalu menulis dalam bahasa Mandarin, dan itu sudah menjadi kebiasaan. Saya hanya membuat lagu-lagu berbahasa Mandarin untuk pendengar berbahasa Mandarin,” ungkap Shi Shi dalam sesi wawancara virtual bersama Media Indonesia, Rabu (29/7).
Ia menambahkan bahwa latar belakangnya yang tumbuh di Korea adalah bagian besar dari dirinya yang selama ini belum sempat dituangkan ke dalam musik.
“Kali ini, saya pikir, 'kenapa tidak saya tingkatkan saja rasio bahasa Koreanya?' Jadi ini terasa seperti cara yang lebih baik untuk memperkenalkan diri saya seutuhnya kepada semua orang,” tuturnya.
Keputusan ini pun mendapat sambutan hangat dari sang ayah yang menetap di Korea Selatan.
Eksplorasi Global dan Spektrum Emosi
Selain bahasa Korea untuk identitas dan Mandarin untuk basis penggemar utamanya, Shi Shi menyisipkan lirik bahasa Inggris guna menjangkau audiens internasional yang lebih luas. Proses kreatif album ini pun dilakukan secara lintas negara, mencakup tiga lokasi produksi utama yakni Los Angeles (Amerika Serikat), Taiwan, dan Korea Selatan.
Secara tematik, The Taste Of… menawarkan spektrum emosi yang luas, mulai dari perjuangan batin hingga kebahagiaan sederhana. Berikut adalah rincian trek dalam album tersebut:
| Never Cared | Perjuangan menghadapi tekanan emosional dan proses menemukan diri kembali. |
| Tidy It Up | Refleksi saat mengalami masa sulit dan upaya menata kembali perasaan. |
| HATE U More | Eksplorasi rasa sakit emosional dan fase pemulihan diri. |
| Falling In Love | Nuansa bahagia tentang kehadiran cinta yang baru. |
| Tteokbokki | Memori tentang makanan khas Korea dan hangatnya ikatan persahabatan. |
Harapan untuk Indonesia
Meski belum pernah berkunjung ke Indonesia, Shi Shi mengaku mulai menaruh perhatian pada industri musik tanah air. Ia mengungkapkan kekagumannya setelah mendengarkan jajaran lagu populer di Indonesia.
“Saya baru saja mendengarkan Top 50 lagu Indonesia. Saya merasa lagu-lagu Indonesia sangat menenangkan dan saya harap suatu hari nanti saya bisa pergi ke Indonesia untuk menggelar konser,” pungkasnya menutup sesi wawancara. (Z-1)


















































