Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq (tengah) .(Dok. Partai Gema Bangsa)
RANGKAIAN maraton Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Gerakan Kemandirian Bangsa (Gema Bangsa) resmi dituntaskan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/9).
Mengusung tema Konsolidasi Untuk Kemandirian Bangsa, agenda ini menandai rampungnya pemetaan kekuatan partai dari ujung timur hingga barat Indonesia.
Langkah ini menjadi sinyal kuat kesiapan Partai Gema Bangsa menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan faktual Pemilu 2029, sekaligus mengunci strategi pemenangan berbasis data dan penguatan daerah.
Rakortas yang berlangsung pada 12–13 September 2026 ini dihadiri jajaran pimpinan DPW dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.
Kegiatan tersebut melengkapi maraton Rakortas DPW yang sebelumnya telah digelar di beberapa kawasan:
- Wilayah Papua (DPW Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan) pada 25 Juli 2026 di Kota Jayapura.
- Pulau Jawa (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten) pada 19 Agustus 2026.
- Wilayah Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sumatra pada 2–3 September 2026 di Kantor DPP Gema Bangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
DESENTRALISASI POLITIK JADI ISU UTAMA
Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq, menegaskan hakikat perjuangan politik adalah merebut kekuasaan secara konstitusional demi mengembalikan seutuhnya kepada rakyat.
Ia memandang momentum ini sebagai ruang bagi partai untuk memperjuangkan desentralisasi politik secara konkret.
"Situasi kondisi negara kian banyak problematika. Inilah momentum kita untuk berani tampil memperjuangkan desentralisasi politik guna menjawab kegaduhan dan masalah di daerah-daerah. Desentralisasi politik adalah ruh sekaligus mantra bagi kita untuk menentukan kebaikan bagi politisi dan iklim politik lokal yang tidak pernah diberikan oleh partai lain," ujar Ahmad Rofiq.
Bagi Rofiq, langkah awal yang strategis adalah melakukan identifikasi masalah secara cermat serta membangun refleksi yang utuh di internal partai agar kerja politik berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
”Identifikasi permasalahan adalah bentuk reflektif yang perlu kita jadikan pijakan untuk bisa akselerasi lebih progresif dalam menggerakkan partai sendiri dengan penuh optimisme dan konsistensi,” tuturnya.
DIGITALISASI VERIFIKASI
Sekretaris Jenderal DPP Partai Gema Bangsa, Muhammad Sopiyan, menjelaskan Rakortas digelar guna menguji soliditas struktur hingga tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD/kabupaten/kota), memastikan kelancaran verifikasi, dan mematangkan peta daerah pemilihan (dapil).
"Seluruh perangkat kepartaian harus disiapkan sedini mungkin. Untuk urusan verifikasi, kami optimistis tuntas lebih cepat berkat dukungan sistem digital internal partai. Kami tidak ingin energi partai habis hanya untuk urusan administratif verifikasi, karena fokus utama kita adalah memetakan dan merebut dapil-dapil potensial," tegas Sopiyan.
Proses verifikasi internal kini mengandalkan Aplikasi Gema Bangsa. Mulai awal Oktober 2026, DPP akan menggelar pelatihan teknis bagi operator perwakilan wilayah untuk mempercepat integrasi keanggotaan dan mencegah kegandaan kartu tanda anggota (KTA).
"Setiap wilayah dan daerah diwajibkan melakukan upload semua berkas verifikasi ke dalam sistem partai termasuk keanggotaan partai, guna menyiapkan verifikasi lebih terukur dan terencana serta lebih cepat dalam prosesnya," tambahnya.
STRATEGI PEMENANGAN BERBASIS DATA
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Gema Bangsa, Yani, menekankan pemenangan elektoral wajib ditopang strategi saintifik berbasis data (data-driven politics), analisis akurat, serta penguatan citra positif partai di ruang publik.
Bappilu menginstruksikan pembentukan badan pemenangan di seluruh wilayah rampung paling lambat Oktober dengan struktur operasional di luar kepengurusan harian.
"Target kita adalah kemenangan elektoral yang nyata. Oleh karena itu, strategi dan taktik pemenangan harus cermat, analitis, dan terukur berbasis data lapangan. Dengan eksekusi maksimal, kita targetkan perolehan kursi yang signifikan di setiap tingkatan," pungkas Yani.
Rangkaian Rakortas DPW di Makassar turut dihadiri Wakil Ketua Umum Joko Kanigoro yang membedah Pedoman Organisasi tentang Desentralisasi Politik, Ketua Bidang OKK sekaligus Sekretaris Bappilu Hardiansyah, serta Wakil Ketua Bappilu Muchtar Amma. (P-2)


















































