REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak sebagai Kampus Digital Kreatif kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan yang inovatif dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja melalui Sistem Informasi EXPO 2026.
Digelar selama dua hari, pada Rabu-Kamis, 8-9 Juli 2026 di Aula UBSI kampus Pontianak, kegiatan ini menjadi panggung bagi mahasiswa untuk memperkenalkan karya digital yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat dan dunia industri.
Sebanyak 35 stan pameran menghadirkan beragam aplikasi dan sistem informasi hasil pengembangan mahasiswa.
Berbeda dari sekadar proyek akademik, setiap karya dirancang berdasarkan permasalahan yang dihadapi instansi pemerintah, organisasi, UMKM, sekolah, hingga perusahaan yang menjadi mitra penelitian mahasiswa.
Seluruh aplikasi telah melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, pengujian, hingga implementasi, sehingga siap dihibahkan kepada mitra sebagai solusi digital yang dapat langsung dimanfaatkan.
Inilah yang menjadikan Sistem Informasi EXPO bukan hanya ajang pameran, tetapi juga bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital di berbagai sektor.
Suasana expo berlangsung semarak. Mahasiswa, dosen, tamu undangan, serta para mitra tampak antusias mengunjungi setiap stand untuk melihat langsung berbagai inovasi yang dipresentasikan.
Selain menjadi ruang apresiasi bagi mahasiswa, kegiatan ini juga membuka peluang kolaborasi antara dunia akademik dan industri dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi informasi yang mampu meningkatkan efektivitas layanan, administrasi, hingga pengelolaan data.
Kegiatan secara resmi dibuka Kepala Kampus UBSI kampus Kota Pontianak, Eri Bayu Pratama. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dedikasi seluruh sivitas akademika yang telah menyukseskan penyelenggaraan Sistem Informasi EXPO 2026.
"Sistem Informasi EXPO bukti nyata mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia industri,’’ katanya dalam keterangan, Senin (20/7/2026).
Ia mengapresiasi kerja keras Program Studi (Prodi) Sistem Informasi beserta seluruh mahasiswa yang telah menghadirkan inovasi-inovasi luar biasa. Semoga kegiatan ini terus berkembang menjadi wadah kolaborasi, kreativitas, dan lahirnya solusi digital yang berdampak luas.
Sementara itu, Ketua Prodi Sistem Informasi UBSI kampus Pontianak, Muhammad Sony Maulana, menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari pendekatan Project-Based Learning (PBL) yang diterapkan dalam proses pembelajaran.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut mampu mengembangkan sistem, tetapi juga memahami kebutuhan pengguna dan menghasilkan solusi yang benar-benar dapat diterapkan.
"Sistem Informasi EXPO bukan sekadar pameran hasil tugas mahasiswa, tetapi menjadi bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus kontribusi nyata kepada masyarakat. Seluruh sistem yang dipamerkan lahir dari kebutuhan riil mitra sehingga memiliki nilai implementatif yang tinggi. Kami berharap karya-karya mahasiswa ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh instansi maupun perusahaan sebagai bagian dari transformasi digital," ungkap Sony.
Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan expo menjadi motivasi bagi Program Studi Sistem Informasi untuk terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus selaras dengan kebutuhan industri.
Melalui 35 inovasi digital yang dipamerkan, mahasiswa tidak hanya menunjukkan kompetensi teknis dalam membangun sistem informasi, juga kemampuan berpikir kritis, menganalisis kebutuhan pengguna, serta menciptakan solusi yang aplikatif dan berdampak.
Keberhasilan Sistem Informasi EXPO 2026 semakin memperkuat posisi Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Pontianak sebagai program studi yang konsisten menghasilkan lulusan berdaya saing, kreatif, dan siap berkontribusi dalam era transformasi digital.
Ke depan, expo ini diharapkan terus menjadi agenda tahunan yang mempertemukan dunia akademik, industri, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya inovasi digital yang memberikan manfaat nyata bagi berbagai sektor.

5 hours ago
5











































