Sistem Tubuh yang Mampu Perpanjang Umur dan Kesehatan, Itu bukan Otak

6 days ago 3
Sistem Tubuh yang Mampu Perpanjang Umur dan Kesehatan, Itu bukan Otak Ilustrasi.(Magnific)

ERIC Verdin menghabiskan hari-harinya memikirkan sesuatu yang dihindari banyak orang: penuaan. Sebagai Presiden dan CEO Buck Institute for Research on Aging di Novato, ia memimpin salah satu pusat penelitian terkemuka di Amerika Serikat yang didedikasikan untuk memahami mengapa manusia menua dan bagaimana melakukannya dengan lebih baik.

Dalam pandangan Verdin, istilah penuaan kini mulai bergeser menjadi longevity atau umur panjang. Namun, ia menekankan bahwa tujuannya bukan sekadar menambah jumlah tahun hidup, melainkan memperpanjang health span--masa di mana seseorang tetap aktif, mandiri, dan bebas dari penyakit serius.

Sistem Imun: Kunci Prediktor Kematian

Penelitian Verdin berfokus pada sistem imun. Berdasarkan studi terbaru dari Stanford, setiap organ tubuh menua dengan kecepatan yang berbeda. Namun, ada dua organ yang paling akurat dalam memprediksi mortalitas atau risiko kematian: sistem imun dan otak.

"Sistem imun adalah organ yang terdistribusi. Sel imun ada di mana-mana di tubuh Anda. Ketika sistem imun bermasalah, hal itu memengaruhi setiap organ lain," jelas Verdin. Hal ini menjadikan penuaan imun sebagai komponen kritis dalam keseluruhan proses penuaan manusia.

Nutrisi dan Mikrobioma Gut

Verdin menyoroti hubungan erat antara nutrisi dan sistem imun. Sekitar setengah dari sistem imun manusia terletak di dinding usus untuk menjaga triliunan bakteri (mikrobioma) agar tidak masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, apa yang kita makan memberikan sinyal langsung pada sistem imun.

Beberapa poin penting terkait nutrisi yang disampaikan Verdin antara lain:

  • Kekurangan Serat: Kebanyakan orang tidak mengonsumsi cukup serat. Verdin menyarankan konsumsi serat hingga lima kali lipat dari jumlah rata-rata saat ini.
  • Prebiotik vs Probiotik: Alih-alih mengandalkan suplemen probiotik, ia menyarankan konsumsi prebiotik (serat yang mendukung bakteri baik) dan post-biotik (makanan fermentasi seperti sauerkraut, kombucha, yogurt, dan kimchi).

Olahraga sebagai Investasi Masa Depan

Selain diet, olahraga adalah rutinitas harian Verdin untuk menjaga sistem imun. Menariknya, penelitian pada tikus menunjukkan bahwa manfaat olahraga dapat ditransfer melalui mikrobioma. Artinya, olahraga secara langsung mengubah komposisi bakteri usus ke arah yang lebih sehat.

"Olahraga terbaik adalah olahraga yang bisa Anda lakukan secara konsisten," katanya. Baik itu berjalan kaki, berkebun, atau berlari, kuncinya adalah keberlanjutan (sustainability).

Tidak Ada Kata Terlambat

Bagi mereka yang berada di usia 50-an hingga 80-an, Verdin menganalogikan kesehatan seperti rekening bank. Semakin dini Anda menabung (memulai rutinitas sehat), semakin besar modal yang Anda miliki saat pensiun. Namun, ia menegaskan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai.

Ia mencontohkan seorang pria berusia 72 tahun yang baru mulai berlatih dayung dan berhasil menjadi juara dunia pada usia 92 tahun. "Kuncinya adalah tidak ada resep standar untuk semua orang. Anda harus menemukan sesuatu yang memberi Anda kegembiraan," pungkasnya.

Saat ini, ilmu pengetahuan tentang penuaan telah bergeser dari sekadar observasi menjadi sains intervensi berkat adanya biomarker penuaan yang memungkinkan para ahli mengukur seberapa cepat seseorang menua dan menentukan langkah intervensi yang tepat. (San Fransisco Chronicle/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |