Skema Distribusi Alternatif Disiapkan untuk Jaga Pasokan Energi di NTT

1 month ago 33
Skema Distribusi Alternatif Disiapkan untuk Jaga Pasokan Energi di NTT ilustrasi(Pertamina Patra Niaga)

Pertamina Patra Niaga menyiapkan sejumlah skema distribusi alternatif untuk menjaga ketersediaan energi di wilayah terdampak bencana, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelayanan energi kepada masyarakat tetap berjalan meski sejumlah fasilitas dan jalur distribusi mengalami gangguan.

Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan perusahaan melakukan konsolidasi internal sejak terjadi bencana di NTT dengan memprioritaskan keberlangsungan pelayanan energi sekaligus penanganan fasilitas yang terdampak. Menurut Ega, tahapan penanganan dimulai dari memastikan layanan kepada masyarakat, mengidentifikasi fasilitas energi yang terdampak, hingga menyiapkan jalur distribusi alternatif dari luar Pulau Flores.

"Sebagian besar sudah bisa kembali memberikan layanan kepada masyarakat. Meskipun kami akui ada beberapa fasilitas yang terdampak, oleh karena itu kami sekarang menyiapkan alternatif dari luar Pulau Flores," ujar Ega.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah pemanfaatan jalur laut untuk menyalurkan energi ke wilayah yang mengalami kendala distribusi. Penggunaan berbagai moda transportasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga pasokan di tengah kondisi geografis dan infrastruktur yang terdampak bencana.

Selain menjaga operasional, Pertamina Patra Niaga mengonsolidasikan dukungan sosial bagi masyarakat terdampak melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Salah satunya melalui penjualan sembako murah yang hasilnya akan digunakan untuk membantu masyarakat NTT. Perusahaan juga berkoordinasi dengan pemerintah, rumah sakit, serta sejumlah instansi terkait untuk memastikan penanganan dampak bencana berlangsung secara terpadu.

Ega mengatakan kesiapan menghadapi kondisi darurat merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjaga distribusi energi nasional. Menurut dia, tugas tersebut sejalan dengan semangat kemandirian dan ketahanan energi yang terus didorong pemerintah.

"Karena dari sisi Pertamina mempunyai tugas untuk mendistribusikan energi dari Sabang sampai Merauke. Pemerintah sendiri terus mendorong kemandirian energi, ketahanan energi, dan tentunya swasembada energi," kata Ega.

Ia menilai ketersediaan energi harus dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil. Energi, menurutnya, merupakan kebutuhan dasar yang berperan dalam menopang aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

"Ini juga harus bisa menjangkau masyarakat sampai ke bawah agar masyarakat bisa menikmati layanan energi dari sisi ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan," ujarnya.

Tantangan geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau membuat distribusi energi membutuhkan berbagai jalur transportasi. Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan distribusi melalui jalur darat, laut, maupun udara untuk menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut Ega, strategi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi di daerah.

Pemerataan akses energi dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi hingga ke desa dan wilayah terpencil karena keberadaan energi menjadi salah satu penunjang aktivitas masyarakat dan usaha. Pertamina Patra Niaga juga mendukung sejumlah program pemerintah untuk memperluas akses dan keterjangkauan energi, termasuk bagi masyarakat nelayan dan wilayah yang membutuhkan dukungan distribusi.

Dorong Penggunaan Energi Lebih Berkelanjutan

Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga juga mendorong pengembangan energi yang lebih berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional. Ega mengatakan Indonesia memiliki berbagai sumber daya domestik yang dapat dikembangkan sebagai bahan baku energi alternatif. Salah satunya adalah sawit yang dapat diolah menjadi bahan bakar untuk mendukung pengurangan ketergantungan terhadap sumber energi dari luar negeri.

Menurut dia, pengembangan bahan bakar berbasis sumber daya dalam negeri dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi, terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak. Selain mengembangkan sumber energi alternatif, perusahaan juga berupaya meningkatkan kualitas produk bahan bakar agar menghasilkan emisi yang lebih rendah.

"Kualitas produk yang dihasilkan tentunya mempunyai kualitas yang lebih baik dan emisi juga yang lebih rendah, sehingga ini turut memberikan kontribusi perbaikan," kata Ega.

Upaya menjaga ketahanan pasokan, memperluas distribusi ke wilayah 3T, serta mendorong penggunaan energi yang lebih rendah emisi menjadi bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat pemerataan dan ketahanan energi nasional. (E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |