SMA Negeri 2 Kota Banjarmasin.(MI/Denny Susanto)
SETELAH menimbulkan kegaduhan, pihak SMA Negeri 2 Kota Banjarmasin, akhirnya menganulir keputusan tidak naik kelas bagi belasan siswa program Kelas Khusus Olahraga (KKO) di sekolah tersebut. Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan akan mengevaluasi program KKO bagi atlet berprestasi agar sejalan antara prestasi akademik dan olahraga.
Kepala Sekolah SMAN 2 Banjarmasin, Muhdi Harto, Jumat (24/7), menjelaskan setelah melakukan koordinasi pihak sekolah dengan Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga dan para pihak terkait pihaknya akhirnya menganulir keputusan tidak naik kelas bagi 15 siswa program KKO di sekolah tersebut. "Dengan keputusan baru itu, maka belasan siswa atlet KKO di SMAN 2 Banjarmasin dinyatakan naik kelas," ungkap Muhdi Harto.
Dijelaskannya program KKO di SMAN 2 Banjarmasin sudah berlangsung sejak 2013 dengan aturan internal sekolah dan standar penilaian pendidikan yang ada. Sekolah ini menjadi satu-satu sekolah yang memiliki program KKO di Kalimantan Selatan. Para siswa program KKO merupakan atlet berprestasi yang berasal dari berbagai cabang olahraga.
Sebelumnya sebanyak 15 orang siswa kelas X dinyatakan tidak naik kelas XI pada tahun ajaran 2026/2027 karena nilai akademiknya tidak memenuhi nilai ketuntasan minimal. Muhdi mengatakan pihaknya kurang memahami adanya nilai tambah bagi para atlet yang dapat membantu penilaian kenaikan atau kelulusan siswa. Keputusan ini juga sempat mendapat protes dari orang tua siswa atlet.
Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Abdul Rahim menegaskan belajar dari kasus ini pihaknya akan mengevaluasi dan membuat aturan (Pergub) terkait program KKO bagi atlet berprestasi. "Polemik ini sudah kita selesaikan. Ke depan akan kita evaluasi dan kita akan membuat Pergub tentang penyelenggaraan KKO di sekolah," tegas Rahim.
Dirinya menyebut Pemprov Kalsel membuka peluang bagi sekolah lain di kalsel untuk menyelenggarakan program KKO selain SMAN 2 Banjarmasin. "Akan kita buat aturan atau payung hukum yang jelas terkait pelaksanaan program KKO tentunya dengan menyeimbangkan antara prestasi akademik dan prestasi olahraga," ujarnya.
Senada juga disampaikan perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel yang menyebut pentingnya bagi sekolah mempertimbangkan prestasi siswa atlet dalam penentuan kenaikan kelas atau kelulusan sekolah. "Kita ingin semua sejalan antara prestasi akademik dan prestasi olahraga siswa program KKO ini," ungkapnya. (E-2)


















































