Statin Kurangi Risiko Demensia dan Serangan Jantung pada Lansia

3 weeks ago 46
Statin Kurangi Risiko Demensia dan Serangan Jantung pada Lansia Ilustrasi.(The Telegraph)

PENELITIAN terbaru mengungkapkan bahwa jutaan warga Inggris lain dapat memperoleh manfaat kesehatan yang signifikan dari penggunaan statin. Obat penurun kolesterol harian ini terbukti mampu mengurangi risiko demensia dan serangan jantung, bahkan pada kelompok usia lanjut yang sebelumnya jarang mendapatkan resep obat tersebut.

Dalam studi terbesar di jenisnya, statin terbukti mengurangi risiko demensia hingga 15 persen. Sementara itu, penelitian perdana lain menemukan bahwa obat ini juga memangkas risiko serangan jantung atau stroke sebesar 30 persen pada orang sehat berusia 70 tahun ke atas.

Temuan ini dipresentasikan pada kongres tahunan European Society of Cardiology (ESC) di Munich, Jerman. Hasil riset tersebut mengindikasikan bahwa statin dapat memberikan manfaat bagi sekitar enam juta dari hampir 10 juta orang berusia 70 tahun ke atas di Inggris yang saat ini belum mengonsumsinya, serta lima juta penderita diabetes tipe 2.

Kaitan Kolesterol dan Demensia

Studi pertama yang dipimpin oleh Copenhagen University Hospital, Denmark, memantau 132.000 warga Denmark yang didiagnosis menderita diabetes antara tahun 2006 dan 2019. Selama rata-rata tujuh tahun pemantauan, mereka yang mengonsumsi statin memiliki kemungkinan 10 hingga 15 persen lebih rendah untuk terkena demensia dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya.

Dr. Tummas Ternhamar, penulis studi dari Copenhagen University Hospital, menjelaskan bahwa statin bekerja efektif menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan melindungi terhadap aterosklerosis (pengerasan arteri). "Hal ini pada gilirannya dapat melindungi terhadap kerusakan jaringan otak akibat berkurangnya aliran darah, yang menjelaskan temuan kami," ujarnya.

Para ahli meyakini bahwa kadar LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko demensia dengan cara mempersempit pembuluh darah dan menghambat aliran darah ke otak. Studi ini juga menekankan bahwa memulai pengobatan lebih dini memberikan hasil yang lebih baik.

Manfaat bagi Lansia di Atas 70 Tahun

Studi kedua dilakukan oleh Monash University, Australia, yang melibatkan 10.000 partisipan berusia 70 tahun ke atas. Selama enam tahun, pasien yang mengonsumsi statin menunjukkan penurunan risiko kejadian kardiovaskular utama hingga hampir sepertiga dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsi obat tersebut.

Prof. Sophia Zoungas dari Monash University menyatakan bahwa temuan ini memberikan kepastian bagi lansia dan keluarga mereka mengenai langkah efektif untuk menjaga kesehatan jantung di usia senja. Ia berharap pedoman klinis segera diperbarui untuk mencerminkan bukti baru ini.

Potensi Perluasan Penggunaan

Saat ini, sekitar tujuh hingga delapan juta orang di Inggris sudah mengonsumsi statin. Namun, para ahli memperkirakan setidaknya dua kali lipat dari jumlah tersebut sebenarnya memenuhi syarat untuk menerima pengobatan ini.

Dr. Roy Jogiya, kardiolog NHS dari Heart Research UK, menyebut penurunan 30 persen pada kejadian kardiovaskular sebagai angka yang sangat substansial. "Ini memberikan bukti yang jauh lebih kuat bagi kami untuk mempertimbangkan pemberian statin pada orang tua yang sebelumnya mungkin dianggap tidak akan mendapatkan manfaat," kata Dr. Jogiya.

Statin merupakan salah satu obat yang paling banyak diresepkan oleh NHS dengan biaya yang sangat terjangkau, yakni sekitar 3 pence (sekitar Rp600) per pil. Obat ini bekerja dengan mengurangi kadar kolesterol LDL dalam darah yang dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri. (The Telegraph/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |