Pemilik Los Angeles Clippers Steve Ballmer(AFP/WALLY SKALIJ / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)
PEMILIK Los Angeles Clippers, Steve Ballmer, secara resmi menyampaikan permohonan maaf setelah NBA menjatuhkan sanksi berat kepada dirinya dan klub. Keputusan ini diambil menyusul temuan pelanggaran aturan pengelakan batas gaji (salary cap) yang melibatkan bintang tim, Kawhi Leonard.
Melansir laman resmi NBA pada Senin (15/9), manajemen Clippers menyatakan akan mematuhi seluruh hukuman yang telah ditetapkan dan segera membayar denda finansial yang dijatuhkan.
Meski mengakui adanya perbedaan pandangan terkait temuan dalam laporan penyelidikan, Ballmer memilih untuk tidak memperpanjang persoalan hukum tersebut.
"Saya meminta maaf kepada para penggemar, karyawan, dan pemilik tim NBA lainnya atas gangguan yang ditimbulkan oleh situasi ini," ujar Ballmer dalam pernyataan resminya.
Kronologi dan Temuan Penyelidikan
Kasus ini bermula dari pengumuman NBA pada 2 September lalu yang menyatakan bahwa Clippers dan Kawhi Leonard terbukti melanggar aturan Collective Bargaining Agreement (CBA). Penyelidikan mendalam dilakukan oleh firma hukum Wachtell, Lipton, Rosen & Katz.
Hasil investigasi mengungkap adanya pelanggaran signifikan, saat klub diketahui membantu membuka peluang pendapatan di luar lapangan bagi Leonard melalui empat perusahaan yang memiliki hubungan bisnis dengan Clippers.
Selain itu, pihak klub terbukti memfasilitasi kesepakatan endorsement, mendorong perusahaan mitra untuk bekerja sama dengan Leonard, hingga menanggung sejumlah pengeluaran pribadi sang pemain beserta perwakilannya.
Rincian Sanksi NBA
Pihak penyelenggara liga menegaskan bahwa hukuman ini bersifat final dan mengikat setelah tercapainya kesepakatan antara NBA dan asosiasi pemain (NBPA). Berikut adalah rincian sanksi yang dijatuhkan kepada pihak-pihak terkait:
| Klub Los Angeles Clippers | Denda US$30 juta (sekitar Rp461 miliar) dan kehilangan 5 pilihan putaran pertama draft NBA. |
| Steve Ballmer (Pemilik) | Skorsing selama satu tahun dari seluruh kegiatan liga dan tim. |
| Kawhi Leonard (Pemain) | Denda sebesar US$700 ribu (sekitar Rp10,7 miliar). |
| Gillian Zucker (Presiden Operasional Bisnis) | Skorsing satu tahun tanpa bayaran. |
| Lawrence Frank (Presiden Operasional Basket) | Skorsing enam bulan tanpa bayaran. |
Sanksi ini menjadi salah satu yang terberat dalam sejarah NBA terkait pelanggaran aturan finansial, yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan kompetisi antar tim di liga basket paling bergengsi di dunia tersebut. (Ant/Z-1)


















































