Studi Baru Ungkap Planet Merkurius Menyusut Lebih Banyak dari Perkiraan

5 hours ago 3
Studi Baru Ungkap Planet Merkurius Menyusut Lebih Banyak dari Perkiraan Gambar berwarna palsu Merkurius, planet terdekat dengan matahari. Penelitian baru menunjukkan bahwa ukurannya mungkin telah menyusut hingga 30% lebih banyak sejak pembentukannya dibandingkan perkiraan sebelumnya.(NASA Goddard)

PLANET Merkurius rupanya telah mengalami proses penyusutan ukuran yang jauh lebih signifikan dari yang diperkirakan para ilmuwan selama ini. Studi riset terbaru mengindikasikan bahwa planet terkecil dan terdekat dari Matahari tersebut terus mengecil seiring mendinginnya bagian dalam planet selama miliaran tahun.

Proses pengerutan planet ini dipicu pendinginan perlahan pada inti besi Merkurius. Saat bagian dalam planet mendingin, volumenya berkurang dan memicu keretakan serta lipatan padat pada lapisan kerak berbatu di permukaannya.

Bukti Struktur Lipatan Kerak Planet

Pengamatan terhadap relief permukaan Merkurius memperlihatkan keberadaan struktur tebing terjal bertangga yang dikenal sebagai lobate scarps. Struktur tebing ini terbentuk ketika kerak planet saling bertumpukan dan terdorong ke atas akibat tekanan penyusutan volume planet secara keseluruhan.

Berdasarkan analisis pemetaan tebing dan cekungan permukaan yang diperbarui, para peneliti menemukan bahwa radius Merkurius diperkirakan telah berkurang beberapa kilometer lebih banyak dibandingkan perkiraan model simulasi sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat penyusutan termal pada planet tersebut berlangsung lebih intensif.

Analisis Data Penginderaan Antariksa

Temuan ini diperoleh melalui analisis data geologi dan pemetaan topografi beresolusi tinggi yang dikumpulkan oleh misi wahana antariksa. Data pencitraan permukaan memungkinkan para astronom mengukur skala lipatan geologi dan menghitung total besaran pengerutan kerak secara lebih akurat.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa proses penyusutan ini tidak hanya terjadi pada masa awal pembentukan tata surya, melainkan berlanjut secara bertahap dalam jangka waktu geologis yang sangat panjang. Keberadaan retakan-retakan kecil yang memotong kawah muda mengindikasikan bahwa aktivitas tektonik akibat pengerutan Merkurius masih berlanjut hingga periode geologis yang relatif baru.

Para ilmuwan menilai bahwa pemahaman mendalam mengenai dinamika pengerutan Merkurius sangat penting untuk memetakan sejarah evolusi termal planet-planet batuan (terrestrial planets) di tata surya kita maupun pada sistem eksoplanet di luar Bimasakti. (Livescience/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |