Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pasar Cermati Disiplin Fiskal dan Rupiah

5 days ago 2
Suahasil Nazara Jadi Menkeu, Pasar Cermati Disiplin Fiskal dan Rupiah Purbaya Yudhi Sadewa resmi menyerahkan jabatan Menteri Keuangan kepada Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).(MI/Insi)

PELAKU pasar modal Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Fokus utama investor saat ini tertuju pada konsistensi pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam jangka panjang.

Head of Research PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menekankan bahwa implementasi kebijakan menjadi kunci utama bagi kepercayaan pasar. "Yang paling penting tetap implementasi dan konsistensi kebijakan, khususnya dalam menjaga kredibilitas APBN dan disiplin fiskal," ujar Rully dalam Media Day di Jakarta, Selasa (15/9).

Sentimen Rupiah dan Kebijakan The Fed

Selain faktor domestik, pasar juga tengah mencermati pergerakan Rupiah. Hal ini berkaitan erat dengan ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan 15-16 September 2026. Menurut Rully, kenaikan tersebut relatif sudah diantisipasi oleh pasar (priced in).

Namun, stabilitas Rupiah tetap menjadi faktor krusial karena menentukan ruang gerak kebijakan moneter Bank Indonesia. Rully menambahkan bahwa penguatan Rupiah saat ini masih ditopang oleh kondisi eksternal yang kondusif dan arus modal asing (capital inflows), meski ketahanannya sangat bergantung pada keberlanjutan arus dana tersebut.

Kinerja IHSG dan Sektor Perbankan

Terkait performa pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat telah mengalami re-rating sekitar 18 persen sejak awal semester II-2026. Rully menilai, untuk mendorong kenaikan indeks lebih lanjut, diperlukan dukungan dari kinerja laba emiten (earnings delivery) dan aliran dana asing yang lebih luas.

Saat ini, arus dana asing masih terkonsentrasi pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama di sektor perbankan dan komoditas. Investor disarankan untuk lebih selektif karena pasar akan memasuki fase yang lebih menantang setelah kenaikan cepat di semester sebelumnya.

Data Perdagangan Bursa Efek Indonesia (Sesi I, 15 September 2026):

Indikator Posisi/Nilai Perubahan
IHSG 6.484,92 -0,76% (-49,77 poin)
Indeks LQ45 653,07 -0,90% (-5,96 poin)
Nilai Transaksi Rp7,14 Triliun 16,23 Miliar Saham
Frekuensi 1.048.000 Kali 333 Naik, 317 Turun

Risiko Repricing di Pasar SBN

Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), koordinasi kebijakan dianggap vital untuk menjaga agar kenaikan imbal hasil (yield) tetap gradual. Rully memperingatkan adanya risiko repricing yang tajam apabila terjadi perubahan persepsi pasar terhadap kredibilitas kebijakan atau peringkat utang (rating) Indonesia.

Sebagai informasi, Suahasil Nazara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan setelah dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97 P Tahun 2026. Serah terima jabatan dari Purbaya Yudhi Sadewa dilakukan di kantor Kementerian Keuangan pada Selasa (15/9), guna melanjutkan sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih 2024-2029. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |