Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan paparkan hasil survei kinerja Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.(MI/Naviandri)
SELAMA 1,5 tahun memimpin Provinsi Jawa Barat (Jabar), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Dedi Mulyadi, mencapai 95,4%. Angka itu terungkap dalam hasil survei terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis di Bandung pada Kamis (23/7). Berdasarkan hasil survei, mayoritas warga Jabar memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan, memaparkan sebanyak 39,3% responden menyatakan sangat puas, sementara 56,1% mengaku cukup puas terhadap kinerja Dedi Mulyadi selama memimpin Jawa Barat. "Total tingkat kepuasan mencapai 95,4%," bebernya saat memaparkan hasil Survei Evaluasi Publik terhadap Kinerja Pemprov Jabar.
Sementara itu lanjut Djayadi, responden yang menyatakan kurang puas tercatat hanya 3,3% , sedangkan yang mengaku tidak puas sama sekali hanya 0,5% . Sebanyak 0,8% responden menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban. LSI menyimpulkan, tingkat ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Gubernur Jawa Barat hanya mencapai 3,8%, jauh di bawah angka kepuasan publik.
"Selain mengukur tingkat kepuasan terhadap kepala daerah, survei juga memotret pandangan masyarakat mengenai kondisi ekonomi dan penyelenggaraan pemerintahan di Jabar. Hasilnya, sebanyak 44,3% responden menilai kondisi ekonomi Jabar berada pada kategori sedang atau moderat. Adapun penilaian masyarakat yang menyebut kondisi ekonomi baik maupun buruk relatif berimbang," terangnya.
KINERJA PEMPROV
Sedangkan untuk kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, sebut Djayadi sebanyak 60,2% responden menilai penyelenggaraan pemerintahan berjalan baik hingga sangat baik. Sebanyak 30,4% menilai sedang, hanya 8,1% yang menilai buruk hingga sangat buruk. LSI juga mencatat seluruh sektor yang diukur memperoleh penilaian positif dari masyarakat. Aspek pembangunan infrastruktur dan layanan dasar menjadi sektor dengan apresiasi tertinggi.
"Di sektor ekonomi masih menjadi tantangan utama pemerintah daerah, meski lebih dari separuh responden tetap menyatakan puas terhadap kinerja Pemprov Jabar. Survei turut mengukur respons masyarakat terhadap sejumlah program prioritas di bidang pendidikan, seperti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA, SMK, dan SLB, program Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) serta Sekolah Maung (Manusia Unggul)," tuturnya.
Mayoritas responden yang mengetahui program-program tersebut menyatakan mendukung pelaksanaannya. Namun, tingkat pengenalan masyarakat terhadap berbagai program itu masih tergolong rendah karena belum mencapai 50% . Survei LSI dilaksanakan pada 2-9 Juli 2026 dengan melibatkan 800 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh kabupaten dan kota di Jabar. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. (E-2)


















































