Presiden AS Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.(Dok. AFP/Saul Loeb)
MAYORITAS warga Amerika Serikat (AS) dilaporkan memiliki pandangan negatif terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Hal ini terungkap dalam hasil survei terbaru yang dirilis oleh YouGov dan Economist pada akhir Juli 2026.
Berdasarkan survei yang dilakukan pada periode 25-27 Juli terhadap 1.559 responden AS, sebanyak 54 persen responden menyatakan pandangan negatif terhadap Netanyahu. Sebaliknya, hanya 23 persen responden yang masih memberikan penilaian positif terhadap pemimpin rezim zionis tersebut.
Tudingan Kejahatan Perang
Sentimen negatif ini selaras dengan persepsi publik AS terhadap tindakan militer Israel di Jalur Gaza. Hasil survei mendapati bahwa 47 persen responden meyakini Netanyahu bersalah atas kejahatan perang di wilayah kantong Palestina tersebut. Selain itu, kebijakan Netanyahu dinilai telah merusak hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Israel.
Terkait aspek hukum internasional, survei tersebut menunjukkan dukungan yang cukup signifikan terhadap langkah Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Sebanyak 49 persen responden sepakat bahwa Pemerintah AS seharusnya menahan Netanyahu jika ia menginjakkan kaki di wilayah AS, sesuai dengan perintah penahanan yang diterbitkan ICC. Sementara itu, hanya 27 persen responden yang menolak langkah penangkapan tersebut.
Kontradiksi Kebijakan Pemerintah
Sebagai informasi, ICC telah menerbitkan perintah penahanan bagi Benjamin Netanyahu dan mantan petinggi pertahanan Israel, Yoav Gallant, sejak November 2024. Keduanya dituduh bertanggung jawab atas kejahatan perang yang terjadi di Jalur Gaza.
Meski mayoritas publik dalam survei ini mendukung penegakan hukum internasional, sikap berbeda ditunjukkan oleh otoritas eksekutif. Presiden AS Donald Trump secara tegas menyatakan penolakannya untuk menangkap Netanyahu apabila pemimpin Israel tersebut melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat.
(Ant/Sputnik/H-3)


















































