Tak Cukup Bermodalkan Tampang, Dewick Beberkan Kunci Bangun Personal Branding Jadi Kreator Review

5 hours ago 2
Tak Cukup Bermodalkan Tampang, Dewick Beberkan Kunci Bangun Personal Branding Jadi Kreator Review Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah pesatnya pertumbuhan industri kreator digital, kemampuan berbicara di depan kamera atau memiliki penampilan menarik dinilai bukan lagi satu-satunya faktor yang menentukan kesuksesan. Hal itu diungkapkan kreator konten Dewick, yang menilai personal branding justru menjadi fondasi utama bagi seorang kreator review untuk membangun kepercayaan audiens sekaligus menjaga eksistensi di tengah persaingan yang semakin ketat.

Perempuan bernama asli Robiatul Adawiyah tersebut kini dikenal sebagai salah satu kreator konten asal Bangkalan, Madura, yang memiliki lebih dari 6,1 juta pengikut di TikTok melalui akun @Dewick02. Selain aktif membagikan konten beauty dan lifestyle, Dewick juga sukses membangun karier sebagai kreator review sekaligus affiliate yang dipercaya bekerja sama dengan berbagai brand.

Menurut Dewick, banyak orang beranggapan bahwa menjadi kreator review cukup dengan memiliki wajah menarik atau kemampuan berbicara yang baik di depan kamera. Padahal, menurutnya, faktor yang membuat audiens bertahan mengikuti seorang kreator adalah karakter dan identitas yang konsisten.

“Menurutku cantik atau ganteng saja tidak cukup. Orang akan lebih ingat kalau kita punya ciri khas dan selalu konsisten dengan apa yang kita tampilkan,” ujar Dewick.

Ia menjelaskan, personal branding bukan sekadar membangun citra di media sosial, melainkan bagaimana seorang kreator mampu menunjukkan nilai, karakter, dan cara berkomunikasi yang membuat audiens merasa dekat. Ketika identitas tersebut terbentuk, konten yang dibuat akan lebih mudah dikenali meski berada di tengah ribuan video yang muncul setiap hari.

Bagi Dewick, membangun personal branding juga berarti memahami siapa target audiens yang ingin dijangkau. Sejak aktif membuat konten pada 2019, ia mengaku terus mencoba berbagai konsep sebelum akhirnya menemukan gaya yang paling sesuai dengan dirinya.

Perjalanan itu dimulai dari konten lipsync, kemudian berlanjut ke video slow motion yang sempat populer saat pandemi Covid-19. Setelah itu, ia bereksperimen membuat konten drama pendek sebelum akhirnya lebih fokus menghadirkan review produk kecantikan dan konten random yang kini menjadi identitasnya.

“Aku sempat mencoba beberapa jenis konten. Dari situ aku belajar bahwa menemukan karakter itu memang butuh proses. Jangan takut mencoba sampai benar-benar menemukan gaya yang paling nyaman,” katanya.

Menurut Dewick, salah satu kesalahan yang sering dilakukan kreator pemula adalah terlalu sering mengikuti tren tanpa memiliki identitas yang jelas. Akibatnya, konten memang bisa sesekali viral, tetapi sulit membangun hubungan jangka panjang dengan audiens.
Ia menilai tren memang penting untuk memperluas jangkauan, tetapi karakter tetap menjadi alasan utama seseorang memilih mengikuti akun tertentu.
“Tren itu boleh diikuti, tapi jangan sampai kehilangan jati diri. Orang biasanya follow karena suka sama karakter kreatornya, bukan cuma karena satu video viral,” tuturnya.

Selain karakter, Dewick juga menekankan pentingnya menjaga konsistensi. Menurutnya, personal branding tidak dibangun melalui satu atau dua unggahan, melainkan dari kebiasaan menghadirkan konten dengan kualitas dan gaya yang relatif konsisten dalam jangka waktu panjang.

Ia mengaku selalu berusaha mempertahankan gaya komunikasi yang sederhana dan mudah dipahami. Hal tersebut dilakukan agar penonton merasa seperti sedang mendengarkan rekomendasi dari teman, bukan sekadar melihat promosi sebuah produk.

“Aku ingin penonton merasa nyaman. Jadi waktu review produk, aku pakai bahasa yang sederhana dan sesuai pengalamanku sendiri,” ungkapnya.

Kejujuran juga menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari personal branding yang ia bangun. Dewick percaya, kepercayaan audiens merupakan aset paling berharga bagi seorang kreator review. Karena itu, ia selalu berusaha memberikan ulasan berdasarkan pengalaman menggunakan produk, tanpa memberikan klaim yang berlebihan.

Menurutnya, membangun kepercayaan memang membutuhkan waktu yang panjang. Namun ketika audiens sudah percaya, hubungan tersebut akan bertahan jauh lebih lama dibanding sekadar mengejar angka penjualan atau konten yang viral sesaat.

“Kalau audiens sudah percaya, mereka akan kembali lagi melihat konten kita. Itu yang menurutku paling penting sebagai kreator review,” katanya.

Perjalanan Dewick membangun personal branding mulai menunjukkan hasil ketika ia memutuskan fokus menjadi TikTok Affiliate pada 2023. Berkat gaya penyampaian yang konsisten dan dekat dengan audiens, berbagai brand mulai memberikan kepercayaan untuk bekerja sama dalam mempromosikan produk kecantikan.

Dari aktivitas tersebut, Dewick mengaku mampu mengubah kehidupannya. Ia yang sebelumnya pernah bekerja menjaga toko dengan penghasilan sekitar Rp35 ribu per hari kini berhasil memiliki rumah dan mobil dari hasil bekerja sebagai kreator konten.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pencapaian terbesar bukanlah soal materi. Baginya, kebahagiaan sesungguhnya adalah ketika bisa memberikan manfaat bagi keluarga. Salah satu momen yang paling ia syukuri adalah saat memperoleh hadiah paket umrah untuk dua orang dari brand IRFISKIN yang kemudian ia berikan kepada kedua orang tuanya.
“Aku selalu bersyukur karena pekerjaan ini bukan cuma mengubah hidupku, tapi juga bisa membuat orang tua bahagia. Itu yang membuat aku semakin semangat untuk terus berkarya,” ujarnya.

Selain memperoleh hadiah umrah, Dewick juga pernah menerima berbagai bentuk apresiasi dari sejumlah brand, termasuk hadiah berupa emas dan seekor sapi dari brand kecantikan SYB. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga kualitas konten sekaligus mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan oleh audiens maupun para mitra.

Di tengah persaingan yang semakin kompetitif, Dewick berpesan agar kreator pemula tidak terlalu fokus mengejar jumlah pengikut. Menurutnya, membangun personal branding yang kuat akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dalam jangka panjang. 

“Jangan sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Bangun karakter sendiri, terus belajar, dan tetap konsisten. Kalau personal branding sudah terbentuk, orang akan mengenal kita karena ciri khas yang kita miliki,” pungkas Dewick.

Melalui perjalanan yang telah ia lalui, Dewick membuktikan bahwa menjadi kreator review tidak hanya membutuhkan kemampuan tampil di depan kamera. Lebih dari itu, dibutuhkan identitas yang kuat, kejujuran dalam menyampaikan informasi, serta konsistensi dalam berkarya agar kepercayaan audiens dapat terus terjaga. Bagi Dewick, personal branding bukan sekadar strategi membangun popularitas, melainkan investasi jangka panjang yang akan menentukan bagaimana seorang kreator dikenang dan dipercaya oleh para pengikutnya. (H-2)
 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |