Tak Harus 8 Jam, Ini Durasi Tidur Paling Sehat Menurut Sains Terbaru

3 weeks ago 6
Tak Harus 8 Jam, Ini Durasi Tidur Paling Sehat Menurut Sains Terbaru Durasi Tidur Paling Sehat Menurut Sains Terbaru.(Dok. Magnific)

ANGGPAKAN bahwa setiap orang wajib tidur tepat delapan jam setiap malam mulai dipertanyakan oleh para peneliti. Studi dan tinjauan terbaru menunjukkan bahwa tidak ada satu angka ideal yang berlaku untuk semua orang, melainkan kebutuhan tidur yang jauh lebih individual dan bergantung pada berbagai faktor biologis.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pada 13 Mei 2026, para ilmuwan menganalisis data dari sekitar 500.000 orang di UK Biobank. Riset tersebut menemukan adanya "sweet spot" durasi tidur yang dikaitkan dengan tingkat penuaan biologis terendah, yakni pada rentang 6,4 hingga 7,8 jam. Tidur kurang dari 6 jam maupun lebih dari 8 jam justru dikaitkan dengan percepatan penuaan pada sejumlah sistem tubuh.

Namun, para peneliti menekankan bahwa temuan ini bersifat asosiasi dan bukan bukti mutlak bahwa durasi tersebut secara langsung memperlambat penuaan. Selain itu, angka optimum bisa berbeda-beda tergantung pada organ tubuh dan jenis kelamin masing-masing individu.

Tinjauan naratif dalam jurnal Brain Medicine yang terbit 25 Agustus 2026 turut memperkuat pandangan ini. Peneliti menilai aturan "harus 8 jam" terlalu sederhana.

Dengan membandingkan masyarakat modern dan masyarakat praindustri seperti suku Hadza di Tanzania, ditemukan bahwa durasi tidur aktual mereka hanya berkisar 5,7 hingga 7,1 jam per malam, meskipun mereka hidup tanpa gangguan cahaya listrik atau media sosial.

Meski riset menunjukkan variasi, pedoman kesehatan resmi belum berubah secara drastis.

National Sleep Foundation dan CDC pada 2026 tetap merekomendasikan rentang 7 hingga 9 jam bagi kebanyakan orang dewasa usia 18-60 tahun. Pesan ilmiah utamanya bukan menyatakan 8 jam itu salah, melainkan bahwa 8 jam bukanlah angka saklek yang wajib diikuti semua orang.

Perbedaan kebutuhan tidur ini memiliki dasar biologis yang kuat. Studi genom terhadap lebih dari 446.000 orang menemukan puluhan lokasi genetik yang memengaruhi durasi tidur seseorang. Faktor lain seperti usia, kondisi kesehatan, lingkungan, dan ritme sirkadian juga sangat menentukan efektivitas pemulihan saat tidur.

Selain durasi, keteraturan waktu tidur kini dianggap jauh lebih krusial. Riset terhadap 60.977 peserta menunjukkan bahwa konsistensi waktu tidur dan bangun merupakan prediktor risiko kematian yang lebih kuat dibandingkan jumlah jam tidur semata.

Industrialisasi dinilai telah mengubah pola tidur manusia modern menjadi kurang teratur akibat paparan cahaya buatan dan aktivitas malam hari.

Rekomendasi Durasi Tidur (CDC 2026):

  • Usia 18-60 tahun: Sedikitnya 7 jam.
  • Usia 61-64 tahun: 7-9 jam.
  • Usia 65 tahun ke atas: 7-8 jam. (Nature/CDC/Natural Sleep Fondation/Z-10)
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |